
SERANG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam. Dalam operasi lanjutan ini, Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang di perairan, mulai dari jaket, terpal, hingga galon di beberapa titik penyisiran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain TNI Angkatan Laut (TNI AL), Ditpolairud, Basarnas (Kantor Banten, Jakarta, dan Lampung), serta kapal nelayan masyarakat setempat. Penyisiran dibagi ke dalam beberapa sektor dengan durasi operasi rata-rata mencapai 8 hingga 9 jam.
“Pada operasi hari ini, tim gabungan yang tersebar di beberapa sektor menemukan sejumlah barang terapung di perairan,” kata Al Amrad dalam keterangannya di Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (13/9/2026).
Al Amrad merinci, pada Sektor B (Sektor 1), KRI Teluk Gilimanuk dan KRI Kurau menemukan satu buah jaket sekitar pukul 08.55 WIB pada koordinat 06° 02′ 17.4″ LS – 105° 49′ 84.4″ BT, tepatnya di selatan perairan Pulau Sangiang.
Selanjutnya di Sektor W, KAL Anyer mendapati satu buah jaket pada pukul 09.45 WIB di perairan Teluk Belimbing, Lampung, tepatnya pada koordinat 06° 04′ 99″ LS – 105° 52′ 82″ BT.
Temuan lain datang dari kapal nelayan lokal, KM Lima (Sektor X), yang menyisir area sekitar radius 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut menemukan satu buah jaket berwarna oranye pada pukul 09.58 WIB di titik koordinat 06° 09′ 44″ LS – 105° 27′ 29.07″ BT. Selain itu, armada Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas juga menemukan selembar terpal dan satu buah pelampung pada pukul 10.15 WIB di sebelah selatan Pulau Sangiang pada koordinat 06° 05′ 52.51″ LS – 105° 40′ 33.13″ BT.
Senada dengan Basarnas, Komandan Lanal (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani memaparkan posisi temuan tersebut secara maritim. Temuan oleh KRI Teluk Gilimanuk berada di posisi sekitar 30 nautical miles (NM) arah timur laut dari Gunung Anak Krakatau, sedangkan temuan KAL Anyer berada sekitar 2,5 NM arah barat laut dari target pencarian sektornya.
Terkait temuan sejumlah jaket dan peralatan laut tersebut, seluruh objek telah diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian guna proses identifikasi dan pencocokan lebih lanjut.
“Seluruh barang temuan telah kami kumpulkan dan diserahkan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini rekan-rekan kepolisian, untuk memastikan apakah ada keterkaitan langsung dengan rombongan yang dicari,” jelas Danlanal.
Selain melakukan pencarian fisik di laut dan udara, otoritas SAR juga terus berkoordinasi melalui stasiun Vessel Traffic Service (VTS) guna menyebarkan siaran maklumat (Notice to Mariners) kepada seluruh kapal niaga maupun nelayan yang melintas di Selat Sunda agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Tim Redaksi