Beranda Pemerintahan Pencairan PKH di Sepatan Tangerang Marak Aksi Mengutil Duit Warga Penerima KPM

Pencairan PKH di Sepatan Tangerang Marak Aksi Mengutil Duit Warga Penerima KPM

Rapat Evaluasi penyelenggara PKH di Kantor Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang - (Rendy/BantenNews.co.id)

KAB. TANGERANG – Pencarian uang Dana Program Keluarga Harapan (PKH) ternyata diwarnai aksi mengutil sejumlah uang. Ini biasanya terjadi di ketua kelompok pencairan. Dimana warga yang mendapatkan PKH kerap kali dimintai jatah uang ‘kebersamaan’ kepada penerima Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Seperti yang terjadi di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Seorang KPM PKH, Suryanah mengakui dirinya jika diminta uang PKH sebesar 10 persen. Padahal anggaran setiap KPM yang diperoleh hanya sebesar Rp200 ribu.

“Besaran yang diminta mencapai 10 persen dari Rp200 ribu. Jika diuangkan sebesar Rp20 ribu setiap menerima bahan pangan BPNT PKH. Alasannya uang untuk kebersamaan,” ujar Suryana kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).

Dirinya berharap pemerintah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan. Ia juga meminta dinas terkait atau Dinsos Kabupaten Tangerang mengkroscek praktik tersebut.

“Apakah ketua kelompok inisiatif sendiri atau ada pihak lain yang terlibat,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Kelompok pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Acung memgakui mengutil uang kepada penerima PKH.

Alasannya, uang digunakan untuk biaya angkut bahan pangan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari agen BRILink Desa Kedaung Barat ke penerima PKH di desanya.

“Udah aturannya ambil bahan pangan program BPNT ke agen BRILink milik Heriyah di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur. Itu disuruh Pendamping PKH Desa Kedaung Barat bernama Firman,” kata Acung.

Acung mengakui, meskipun meminta uang Rp20 ribu per KPM saat penyaluran bahan pangan program BPNT, namun KPM tidak meski memberikan uang senilai Rp20 ribu.

“Kadang ada yang ngasih Rp20, ada yang kurang dari Rp20 ribu, bahkan ada yang tidak ngasih juga tidak apa,” kata Acung.

Baca Juga :  Lantik Pejabat Struktural, Bupati Serang Ngeluh Banyak Jabatan Kosong

Menyoal alasan suplai bahan pangan ke agen BRILink di Desa Kedaung Barat, Acung mengatakan Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Sepatan Timur Basyarudin yang menyuplai bahan pangan ke agen BRILink Desa Kedaung Barat.

Ditambahkan, Korcam PKH Sepatan Timur Basyarudin tidak memberikan bantahan terkait pengakuan Acung, Ketua Kelompok KPM PKH Desa Gempol Sari. Bahkan, ia mengakui yang mengkoordinir penyuplaian bahan pangan ke agen BRILink ke Desa Kedaug Barat.

(Ren/Red)