Beranda Pemerintahan Pemprov Banten Genjot Investasi Selatan, Bidik Rp150 Triliun pada 2026

Pemprov Banten Genjot Investasi Selatan, Bidik Rp150 Triliun pada 2026

Kepala DPMPTSP Provinai Banten Virgojanti. (Audindra/bantennews)

SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggenjot pengembangan wilayah selatan sebagai magnet investasi baru. Langkah ini membidik pemerataan pembangunan sekaligus mengejar target investasi Rp150 triliun pada 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti mengatakan, pemerintah mengarahkan fokus ke selatan karena potensi besar yang belum tergarap maksimal.

“Gubernur dan Wakil Gubernur kini fokus mengembangkan wilayah selatan Banten. Potensinya besar, ada proyek strategis nasional, dan daerah sudah bersiap menjadi pusat pertumbuhan baru,” ujar Virgojanti, Selasa (28/4/2026).

Ia menyebut wilayah selatan unggul di sektor pariwisata, ekonomi biru, dan ekonomi hijau. Kawasan hutan yang luas serta garis pantai selatan memperkuat daya tarik investasi berbasis lingkungan.

“Kami dorong investasi berwawasan lingkungan. Wilayah selatan berfungsi sebagai kawasan konservasi dan memegang peran strategis bagi keseimbangan pembangunan Banten,” jelasnya.

Pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan membuka akses wilayah untuk menarik investor.

Virgojanti menekankan setiap daerah memiliki daya saing dan potensi yang bisa dikembangkan.

“Pemprov terus memperluas dan memperbaiki infrastruktur. Fokus pembangunan sekarang mengarah ke selatan agar industri hulu hingga hilir bisa tumbuh di sana,” katanya.

Ia mengungkapkan realisasi investasi Banten pada triwulan I 2026 menempatkan provinsi ini di tiga besar nasional. Banten mencatat investasi Rp34,4 triliun atau 6,9 persen dari total nasional.

“Kami optimistis tren ini bertahan hingga akhir tahun,” ujarnya.

Virgojanti juga mengakui dinamika global dapat memengaruhi arus investasi. Meski begitu, pemerintah tetap memperkuat investasi dalam negeri untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami antisipasi dampak situasi global. Namun kami terus dorong investasi domestik agar ekonomi daerah tetap bergerak,” katanya.

Data nasional mencatat DKI Jakarta memimpin realisasi investasi triwulan I 2026 dengan Rp78,7 triliun (15,8 persen), disusul Jawa Barat Rp76,8 triliun (15,4 persen), dan Banten Rp34,4 triliun (6,9 persen). Jawa Timur dan Sulawesi Tengah berada di posisi berikutnya.

Baca Juga :  Satpol-PP Cilegon Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd