TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim layanan bus sekolah gratis siap kembali beroperasi seiring dimulainya tahun ajaran baru. Seluruh armada telah menjalani pemeriksaan teknis selama masa libur sekolah, sementara pemerintah daerah mulai menyiapkan rencana penambahan armada menyusul tingginya jumlah pengguna layanan tersebut.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan Dinas Perhubungan memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan perawatan menyeluruh terhadap armada, mulai dari servis kendaraan, penggantian ban, hingga uji KIR.
Ia memastikan seluruh armada telah memenuhi persyaratan teknis dan siap kembali melayani aktivitas antar-jemput pelajar.
“Semuanya sudah diuji KIR dan insya Allah siap beroperasi seperti biasa setiap hari,” kata Pilar, Jumat (10/7/2026).
Politikus Partai Golkar itu mengungkapkan, minat masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis terus meningkat. Sepanjang 2025, sebanyak 98.500 pelajar tercatat menggunakan fasilitas tersebut.
Saat ini, Pemkot Tangsel mengoperasikan 10 unit bus sekolah gratis untuk pelajar umum. Selain itu, tersedia dua unit bus dan satu unit elf yang melayani anak berkebutuhan khusus menuju Sekolah Khusus (SKH). Dalam layanan tersebut, orang tua juga diperbolehkan mendampingi anak selama perjalanan.
Keponakan mantan Gubernur Banten itu menjelaskan, tingginya jumlah pengguna mendorong pemerintah mewacanakan penambahan armada. Namun, rencana tersebut masih bergantung pada optimalisasi armada yang ada serta hibah kendaraan dari Kementerian Perhubungan.
“Insya Allah ke depan kita upayakan. Yang pertama kita optimalkan yang ada. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita bisa menambah bus sekolah gratis supaya jumlah penumpangnya lebih banyak lagi karena animonya sangat luar biasa,” tutur Pilar.
Ia menambahkan, Pemkot Tangsel masih mengupayakan tambahan armada melalui skema hibah dari Kementerian Perhubungan.
“Insya Allah mudah-mudahan mendapatkan kabar positif. Kami tengah memohonkan hibah juga. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, memastikan operasional bus sekolah gratis tetap berlangsung hingga akhir 2026 meski sempat terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, Dishub melakukan pergeseran anggaran untuk menutup tambahan biaya operasional yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta dalam setahun.
“Solusinya dengan menggeser kegiatan yang belum dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan BBM. Jadi insya Allah sampai akhir tahun 2026 aman untuk operasional bus sekolah,” ujar Ayep.
Ayep mengatakan, Dishub juga terus mengevaluasi efektivitas rute yang saat ini dilayani oleh 10 armada bus sekolah. Apabila penambahan armada terealisasi, pemerintah akan membuka rute baru, termasuk ke wilayah Ciputat yang hingga kini belum terjangkau karena keterbatasan kondisi jalan.
“Yang bus ini tetap rutenya. Tapi nanti kalau ada penambahan kita akan adakan rute baru hasil evaluasi. Karena, seperti kita tahu, di Ciputat itu belum terlintasi oleh bus sekolah ini. Sebab, ruas jalannya relatif kecil,” jelasnya.
Menghadapi hari pertama masuk sekolah, Dishub juga menyiapkan petugas daerah operasi di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat meningkatnya aktivitas antar-jemput pelajar oleh orang tua.
“Karena biasanya hari-hari pertama semua diantar orang tua. Yang bisa kita lakukan adalah pengaturan lalu lintas. Kami juga tidak bisa melarang orang tua mengantar anaknya ke sekolah,” pungkas Ayep.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo
