TANGSEL — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan anggaran sebesar Rp140 miliar untuk pembebasan lahan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Cipeucang.
Pemkot Tangsel menargetkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik itu mulai berjalan pada Agustus 2026.
Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kota Tangsel, Agus Mulyadi mengatakan, pemerintah kini fokus menyelesaikan tahap administrasi dan verifikasi lahan.
“Progresnya masih tahap persiapan,” kata Agus, Kamis (14/5/2026).
Tim pertanahan masih mendata dan memverifikasi bidang tanah yang masuk area proyek. Pemkot Tangsel juga masih mengklarifikasi status lahan yang akan dibebaskan.
“Masih kami klarifikasi kembali terkait lahan yang akan dibebaskan,” ujarnya.
Agus menyebut anggaran pembebasan lahan mencapai sekitar Rp140 miliar. Namun, pemerintah belum membuka rincian skema ganti rugi maupun sumber pembiayaan proyek tersebut.
PSEL Cipeucang menjadi proyek strategis Pemkot Tangsel untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang selama ini mengalami kelebihan kapasitas.
Pemkot Tangsel menargetkan proses pembebasan lahan rampung tahun ini agar pembangunan fisik bisa dimulai sesuai jadwal.
“Mudah-mudahan secepatnya selesai sesuai target,” kata Agus.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pemerintah masih harus membebaskan sekitar 2,5 hektare lahan untuk mendukung pembangunan fasilitas PSEL.
“Penganggaran sudah selesai, penunjukan lokasi juga sudah. Tinggal pembebasan lahannya,” ujar Pilar.
Menurut dia, fasilitas PSEL nantinya mampu mengolah 1.000 hingga 1.200 ton sampah per hari, termasuk sampah lama yang menumpuk di TPA Cipeucang.
“Kami berharap sampah existing juga bisa ditangani sampai habis,” katanya.
Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel memilih sistem pengelolaan mandiri dan tidak bergabung dengan skema aglomerasi daerah lain agar pemerintah lebih leluasa mengontrol operasional proyek.
“Kalau di Tangsel, kami bisa kontrol sendiri dan atur sendiri,” ucapnya.
Ia juga meminta masyarakat sekitar TPA Cipeucang mendukung proyek tersebut karena dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di Tangsel.
Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
