Beranda Pendidikan Pemkot Tangsel Akan Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Hanya Dua Hari dalam Seminggu

Pemkot Tangsel Akan Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Hanya Dua Hari dalam Seminggu

Kepala Dindikbud Tangsel Taryono. (Ihya/bantennews)

 

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menggelar sistem pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono mengatakan, pembelajaran tatap muka akan digelar, namun dengan delapan ketentuan.





“Sekarang masih persiapan untuk bagaimana nanti sekolah tatap muka dilakukan. Agenda sekolah juga kan sedang dilaksanakan ujian daring. Kalaupun mau dilaksanakan tatap muka, maka dilakukan pada awal ajaran baru,” ujar Taryono, Kamis (8/04/2021).

Delaoan ketentuan tersebut, kata Taryono, Pertama, jumlah tatap muka terbatas hanya 2 hari dalam seminggu untuk tiap siswa. Kedua, jumlah peserta didik terbatas, maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan jarak 1,5 meter antar siswa.

“Ketiga, durasi belajar terbatas antara 2 hingga 4 jam dalam sehari dengan meniadakan waktu istirahat. Keempat, materi pembelajaran terbatas hanya materi-materi esensial yang disampaikan. Kelima, satuan pendidikan telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran atau Blended Learning,” paparnya.

Selanjutnya, pendidik dan tenaga kependidikan telah divaksinasi. Lalu ketujuh, satuan pendidikan yang bisa melaksanakan PTM adalah yang telah lolos verifikasi Dindikbud dan Dinkes. Terakhir, peserta didik yang hadir PTM sudah mendapatkan izin orangtua.

“Semuanya harus dimatangkan betul, sehingga bisa berjalan maksimal,” ucapnya

Dikatakan dia, hingga saat ini telah ada sekira 10-an sekolah baik negeri ataupun swasta yang menjalani simulasi sekolah tatap muka. Hasilnya dianggap cukup baik, hanya saja perlu evaluasi pada beberapa aspek pengawasan terhadap anak-anak.

“Sudah dilakukan beberapa sekolah, uji coba kemarin SMPN 5 sudah, SDN Pondok Jagung 02 sudah, sudah ada videonya. Beberapa sekolah swasta juga sudah. Total sekitar 10-an. Hasil simulasi cukup bagus. Hanya butuh pengawasan lebih saja pada anak-anak,” bebernya.

Taryono melanjutkan, data berjalan saat ini telah lebih dari 6 ribuan guru yang sudah menjalani vaksin dari target sebanyak 14 ribu guru. Dia memastikan target akan tercapai pada Juni mendatang, sebelum awal PTM yang dijadwalkan bulan Juli 2021.

“Datanya terus berjalan, InsyaAllah Juni selesai. Dinkes mengatakan itu juga, selesai Juni,” pungkasnya. (Ihy/Red)