Beranda Pendidikan Pemkot Serang Jangan Coba-coba dengan Sistem Belajar Tatap Muka

Pemkot Serang Jangan Coba-coba dengan Sistem Belajar Tatap Muka

4855
0
Siswa Kelas VI SDN Koroncong tengah mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka hari pertama di masa Covid-19. (Memed/bantennews.co.id)

 

SERANG – Saleh Partaonan Daulay, Plh Ketua Fraksi PAN DPR RI meminta Pemkot Serang mempersiapkan secara matang rencana pemberlakuan sistem belajar tatap muka. Permintaan ini seiring dengan rencana Pemkot Serang yang akan memberlakukan sistem belajar tatap muka pasa 18 Agustus mendatang.

Menurutnya, sebelum pembukaan sekolah, Pemkot Serang harus memastikan bahwa proses belajar aman bagi seluruh siswa. Pasalnya, saat ini penyebaran virus covid-19 belum bisa dikendalikan. Apalagi, kota Serang sangat dekat dengan Jakarta yang termasuk zona merah.

“Kita sebetulnya bisa memahami apa yang ada dalam pikiran walikota Serang. Faktanya, banyak anggota masyarakat yang mengeluhkan proses belajar mengajar yang ada. Termasuk pembelajaran jarak jauh yang diterapkan. Perlu dipastikan semua aman. Tidak boleh coba-coba. Jangan nanti kalau ada yang kena, sekolah ditutup lagi. Bukankah lebih baik dipastikan dulu semua aman. Kalau nanti dibuka, semuanya menjadi tenang,” tegasnya melalui keterangan tertulis yang diterima BantenNews.co.id, Sabtu (15/8/2020).

Walikota Serang juga diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Koordinasi tersebut sangat diperlukan dalam rangka menegakkan disiplin protokol kesehatan. “Urusan protokol kesehatan bagi siswa-siswi yang belajar di sekolah tentu tidak bisa ditawar-tawar,” ujarnya.

Untuk memastikan keamanan warga, Pemkot Serang didesak untuk memperbanyak rapid test dan swab. Jumlah sampel yang diambil harus betul-betul sesuai dengan metodologi survey yang baik. “Dengan begitu, kita bisa memetakan secara benar tingkat penyebaran virus ini di Serang. Jangan terlalu banyak ambil risiko. Keamanan para pelajar harus di atas segalanya. Betul bahwa anak-anak sekolah tertinggal pelajarannya. Tetapi, anak-anak di daerah lain juga kan tertinggal. Bahkan, hampir semua negara juga merasakannya. Ini perlu dipertimbangkan juga dalam pengambilan kebijakan pembukaan sekolah di Serang,” jelas politisi yang duduk di  Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan ini.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang melakukan simulasi belajar tatap muka di SD Negeri 2 Kota Serang. Simulasi ini seiring dengan akan diberlakukannya sistem belajar tatap muka pada 18 Agustus mendatang.

Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan untuk Kembali menggelar belajar tatap muka di Kota Serang.

“Kami sudah melakukan persiapan, kami juga mendesain SOP (Standar Operasional Prosedur) baik BDR (Belajar Dari Rumah) maupun tatap muka. Karena syarat berjalannya tatap muka dapat izin dari orangtua siswa. Kalau tidak mengizinkan kami akan tetap BDR,” kata Wasis, Jumat (14/8/2020). (ink/red)