SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai mencari jalan keluar dari krisis lahan parkir di pusat kota. Pemerintah menjajaki kerja sama investasi dengan PT Brata Wiedjaya Banten untuk membangun gedung parkir lima lantai dengan nilai investasi puluhan miliar rupiah.
Pemkot membidik dua kawasan strategis, yakni Pasar Lama dan Jalan Juhdi. Gedung parkir itu diharapkan mampu mengurangi kendaraan yang memenuhi badan jalan sekaligus menekan praktik parkir liar, terutama setelah penataan kawasan Royal Baroe.
Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin mengatakan, Pemkot memilih skema investasi karena kemampuan APBD belum cukup untuk membangun infrastruktur dengan nilai puluhan miliar rupiah.
“APBD kita belum mampu membiayai pembangunan gedung parkir mandiri senilai puluhan miliar, sehingga kerja sama dengan pihak ketiga menjadi solusi,” kata Nanang, Rabu (26/8/2026).
Pemkot tidak hanya menyiapkan gedung untuk menampung kendaraan. Nanang mengatakan, pemerintah juga ingin menjadikan bangunan tersebut sebagai kawasan komersial yang menggerakkan aktivitas ekonomi.
Pemkot berencana menghadirkan gerai UMKM, ruang pertemuan skala kecil, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan padel di dalam kawasan gedung parkir.
“Nantinya gedung ini juga dilengkapi gerai UMKM, ruang pertemuan skala kecil, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan padel,” ujarnya.
Namun, rencana investasi itu belum masuk tahap pembangunan. Pemkot Serang masih mengkaji kelayakan investasi, kesesuaian tata ruang, serta aspek hukum sebelum memutuskan bentuk kerja sama dengan pihak ketiga.
Di sisi lain, penataan Jalan Juhdi juga membuka wacana relokasi SMP Negeri 4 Kota Serang. Pemkot menilai aktivitas bisnis dan arus kendaraan yang semakin padat berpotensi mengganggu lingkungan belajar siswa.
Pemkot mempertimbangkan pemindahan SMP Negeri 4 ke kawasan Ciracas yang kini menjadi lokasi Kantor Dinas Pendidikan Kota Serang.
“Kami perlu mengkaji kelayakan lingkungan belajar anak-anak di tengah kawasan bisnis yang makin ramai,” kata Nanang.
Meski demikian, Pemkot belum mengambil keputusan terkait pemindahan sekolah tersebut. Pemerintah akan lebih dulu membuka komunikasi dengan Komite Sekolah dan orang tua siswa sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Rencana relokasi ke Ciracas ini tentu akan disosialisasikan dan dikomunikasikan terlebih dahulu kepada Komite Sekolah serta para orang tua siswa,” ujarnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
