Beranda Pemerintahan Pemkab Serang Akan Sembelih 1.000 Hewan Kurban Serentak, Bupati Klaim Pertama di...

Pemkab Serang Akan Sembelih 1.000 Hewan Kurban Serentak, Bupati Klaim Pertama di Indonesia

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menandatangani MoU dengan PT QAf terkait pemotongan hewan qurban. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bekerja sama dengan PT Kav Kurma Azwa Farm akan menggelar pemotongan 1.000 ekor hewan kurban secara serentak. Program ini diklaim menjadi yang pertama dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

Diketahui, program kurban massal ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Serang dalam menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan ketahanan pangan dalam satu kebijakan terintegrasi.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menyebut, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual kurban, tetapi bagian dari upaya membangun sistem distribusi yang profesional dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan kerja sama dalam rangka pemotongan hewan secara serentak kurang lebih 1.000 ekor dengan PT Kav Kurma Azwa Farm. Ini kali pertama dilakukan oleh Pemkab Serang, bahkan mungkin pertama secara nasional,” kata Zakiyaj usai MoU dengan PT Kav Kurma Azwa Farm di Pendopo Bupati, Jumat (10/4/2026).

Zakiyah menegaskan, hewan kurban tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya warga dalam kategori desil 1 dan 2 atau kelompok ekonomi terbawah.

“Hewan kurban ini kami distribusikan untuk warga di Kabupaten Serang, terutama yang berada di desil 1 sampai 2,” tegasnya.

Menurut Zakiyah, skala besar bukan satu-satunya tujuan utama. Pemkab justru menekankan standar pengelolaan kurban yang profesional, higienis, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Bukan semata jumlahnya besar, tapi bagaimana proses pemotongan dilakukan secara profesional, higienis, dan distribusinya tepat kepada yang berhak,” tegasnya.

Secara keseluruhan, program ini menargetkan sekitar 22.500 penerima manfaat. Jika dibagi merata, setiap kecamatan diperkirakan menerima sekitar 500 paket daging kurban.

Sementara itu, Direktur PT Kav Kurma Azwa Farm, Ikhsan David Wijaya, menyebut program ini tidak hanya berdampak pada distribusi daging kurban, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem peternakan dan pertanian yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Juheni M. Rois Hadiri Tasyakuran Pembangunan Jalan Lingkungan Taman Puri Anggrek

“Secara legalitas, ini baru pertama kali di Indonesia. Ini bukan sekadar pemotongan domba, tapi membangun ekosistem pertanian dan peternakan agar lebih hidup,” jelasnya.

Ia berharap ke depan program ini mampu mendorong kemandirian daerah, termasuk dalam penyediaan pupuk dan pengembangan pertanian organik.

“Harapannya nanti di daerah bisa terbentuk pupuk mandiri dan pertanian organik semakin berkembang,” ujarnya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah