Beranda Pemerintahan Pemkab Pandeglang Kembali Bahas Pembangunan Huntap untuk Korban Tsunami

Pemkab Pandeglang Kembali Bahas Pembangunan Huntap untuk Korban Tsunami

552
0
Bupati Pandeglang meninjau lokasi hunian sementara untuk korban tsunami. (Memed/bantennews)

 

PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang kembali membahas progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga korban tsunami di Pandeglang. Rencananya, ada 8 titik lokasi yang akan dibangun Huntap yang berada di 4 kecamatan.

Untuk pembangunan Huntap itu pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp69,7 miliar, dana itu akan digunakan untuk pembangunan sekitar 706 unit Huntap dan 2 bidang infrastruktur.

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menyatakan, saat ini Pemkab Pandeglang membutuhkan lahan sekitar 14,7 hektar dengan masing-masing luas Desa Mekarsari 3 hektar, Desa Sukarame 500 meter, Banyumekar 5,2 hektar, Tunggal Jaya 0,2 hektar, Cigorondong Jaya 0,4 hektar, Tamanjaya 0,42 hektar, Ujungjaya 0,2 hektar dan Sumberjaya 5 hektar.

“Program Huntap 10 paket yang terdiri dari 8 Huntap dan 2 paket infrastruktur yaitu jembatan dan jalan. Saat ini 7 paket sudah masuk Detail Engineering Design artinya minggu ini sudah mulai tayang untuk 7 paket, paling lambat minggu depan. Tapi saya tadi lihat kesiapan dari ULP katanya besok sudah bisa tayang 2 paket,” kata Tanto usai Vidcom dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB di Ruang Pintar Kabupaten Pandeglang, Rabu (22/4/2020).

Ia menjelaskan, untuk 7 paket pembangunan Huntap sudah masuk tahap Detail Engineering Design, sedangkan 3 paket pekerjaan lagi sedang proses pelelangan konsultan. Akan tapi, dari 3 paket yang sedang tahap pelelangan konsultan ada 1 paket pekerjaan masih belum selesai karena terkendala lahan.

“Pesan dari deputi RR BNPB walaupun kami disibukkan dengan penanganan Covid-19 tapi ini harus tetap running, alhamdulilah tadi diapresiasi karena kabupaten yang siap terkait bencana tsunami ini cuman Pandeglang yang paling siap. Minimal di triwulan ketiga ini sudah bisa dinikmati oleh warga,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksanaan BPBD Pandeglang, Surya Darmawan menjelaskan, untuk bangunan Huntap modelnya dari rumah instan baja karena harus rumah tahan gempa dengan ukuran tipe 36. Meski dengan kondisi Covid-19, ia memastikan proses pembangunan Huntap tidak terganggu dan masih sesuai dengan jadwal yang ada.

“Tadi juga disampaikan ada 3 perencanaan yang sedang tahap lelang dan akan diumumkan pada Jumat (24/4/2020) besok. Setelah ada pemenangnya baru dilaksanakan perencanaan, secara umum semuanya akan selesai sebelum Desember 2020 untuk kegiatan pembangunannya,” tutupnya. (Med/Red)