Beranda Pemerintahan Pemkab Pandeglang Dapat Bantuan Rp208,7 Juta untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik GAK

Pemkab Pandeglang Dapat Bantuan Rp208,7 Juta untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik GAK

Wamensos Agus Jabo Priyono (kedua kanan) menyerahkan bantuan kepada Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengucurkan bantuan logistik senilai Rp208.757.070 untuk menghadapi dampak hujan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Kabupaten Pandeglang.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani setelah meninjau Sekolah Rakyat di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Selasa (8/9/2026).

Agus mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang meminta pengisian lumbung sosial sebagai stok logistik darurat. Pemerintah menyiapkan stok tersebut agar petugas bisa bergerak cepat jika dampak erupsi meluas.

“Ibu Bupati menyampaikan mereka membutuhkan bantuan untuk mengisi lumbung-lumbung sosial. Kalau nanti dibutuhkan masyarakat, kita bisa bergerak cepat. Bantuan makanan siap saji ini segera dikirim dari Kemensos ke Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang,” kata Agus kepada BantenNews.co.id.

Bantuan tersebut berupa makanan siap saji. Kemensos mengirim logistik itu untuk memperkuat kesiapsiagaan Pandeglang menghadapi potensi dampak lanjutan aktivitas GAK.

Agus juga mengecek kondisi lingkungan sekolah dan masyarakat yang terdampak sebaran abu vulkanik. Ia meminta warga tidak lengah karena abu vulkanik sudah menyebar ke sejumlah wilayah Pandeglang.

“Yang pasti kita harus tetap selalu waspada,” tegasnya.

Menurut Agus, pemerintah pusat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian terkait terus memantau aktivitas GAK. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi jika aktivitas gunung memicu kondisi darurat.

“Kita terus memantau erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk gunung-gunung di tempat lain. BMKG, pemerintah pusat, dan kementerian terkait terus mengawasi dan siap siaga. Kalau sewaktu-waktu ada situasi darurat, kita sudah siap. BNPB nanti yang akan memimpin terkait kebencanaan itu,” ujarnya.

Namun, Pemkab Pandeglang belum menjelaskan secara terbuka wilayah dan kelompok warga yang akan menjadi sasaran distribusi bantuan Rp208,7 juta tersebut.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat di Pandeglang Mulai Beroperasi, 474 Siswa Masuk Asrama

Saat BantenNews.co.id meminta penjelasan mengenai sasaran distribusi, Bupati Raden Dewi Setiani tidak memberikan keterangan dan langsung masuk ke mobil.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Wawan Setiawan, juga enggan menjelaskan mekanisme dan sasaran penyaluran bantuan.

“Sudah, enggak usah. Tadi saja cukup dari Pak Wamensos,” kata Wawan singkat.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd