PANDEGLANG — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pandeglang mulai menjalankan kegiatan pendidikan. Sebanyak 474 siswa jenjang SD hingga SMA menjadi angkatan pertama yang belajar sekaligus tinggal di asrama di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari.
Dari pantauan BantenNews.co.id, para orang tua mengantar anak mereka ke SRT 1 Pandeglang, Jumat (28/8/2026).
Para siswa kemudian mengenal lingkungan sekolah dan kehidupan asrama sebagai bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sekitar Rp270 miliar untuk membangun fasilitas pendidikan berasrama tersebut melalui Kementerian Sosial.
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, meminta pengelola tidak berhenti pada kemegahan fasilitas. Ia menuntut sekolah membuktikan investasi besar itu melalui kualitas pendidikan.
“Tempatnya bagus sekali. Ini hasil hibah tanah dari Ibu Bupati dan anggarannya dari Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian Sosial, besarnya Rp270 miliar,” kata Dimyati usai meninjau SRT 1 Pandeglang.
Dimyati juga menyoroti kualitas guru. Menurutnya, fasilitas lengkap tidak akan berarti jika sekolah gagal menghadirkan pendidikan berkualitas.
“Saya minta kepada kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Guru-gurunya harus bagus. Sekolah terintegrasi ini harus bisa menghasilkan anak-anak yang hebat ke depan, menjadi pemimpin-pemimpin bangsa,” ujarnya.
Ia juga meminta pengelola menjaga seluruh fasilitas sekolah. Menurut Dimyati, pemerintah membangun fasilitas tersebut dengan anggaran negara yang besar untuk kepentingan pendidikan masyarakat.
Bagi orang tua, SRT 1 Pandeglang membuka peluang pendidikan gratis sekaligus menyediakan tempat tinggal bagi anak selama mengikuti pendidikan.
Aryanti, orang tua siswa asal Kecamatan Kaduhejo, mengaku bersyukur anaknya mendapat kesempatan belajar di sekolah tersebut. Ia berharap program itu meringankan beban keluarga karena memiliki empat anak.
“Perasaannya senang, alhamdulillah bisa masuk sini supaya anak jadi orang berguna dan mengurangi biaya karena saya punya anak empat. Semoga anak tenang tinggal di asrama dan urusannya lancar,” kata Aryanti.
Kepala SRT 1 Pandeglang Siwi Astuti menyebut 474 siswa mengikuti tahun pertama pendidikan. Jumlah itu terdiri dari 131 siswa SD, 180 siswa SMP, dan 163 siswa SMA.
“Jumlah siswa ada 474, rinciannya 131 siswa SD, 180 siswa SMP, dan 163 siswa SMA,” ujar Siwi.
Sekolah tidak hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas. Siswa juga mengikuti pembinaan karakter dan disiplin melalui kehidupan asrama.
MPLS berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026. Sekolah mengisi kegiatan dengan pengenalan lingkungan sekolah, tata kehidupan asrama, pembentukan karakter, serta kesemaptaan bersama TNI.
“MPLS dimulai tanggal 31 Agustus sampai 11 September dengan materi lingkungan sekolah, tata asrama, karakter, dan kesemaptaan bersama TNI,” jelasnya.
Siwi berharap SRT 1 Pandeglang mampu mencetak siswa yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter dan disiplin.
“Harapan kami di tahun pertama ini anak-anak merasakan manfaat fasilitas belajar dan menjadi generasi cerdas, berkarakter, serta tangguh,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
