Beranda Peristiwa Pembangunan Pengelolaan Sampah Terpadu Desa Ketapang Capai 65 Persen

Pembangunan Pengelolaan Sampah Terpadu Desa Ketapang Capai 65 Persen

Pembangunan Pengelolaan Sampah Terpadu Desa Ketapang, Kabupaten Tangerang - foto istimewa

KAB. TANGERANG – Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu berbasis masyarakat dengan sistem reused, reduce, and recycle (TPST 3R) di kawasan Ketapang Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk sudah mencapai 65 persen.

Pembangunan TPST 3R di kawasan ini dilakukan untuk menunjang kegiatan Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG), 25-28 Oktober 2022.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan pihaknya telah melaksanakan beberapa penataan tanaman dan juga pembanguan yang sedang berjalan yaitu TPST 3R guna mempercantik dan mengatasi permasalahan sampah di kawasan hutan mangrove Ketapang Aquaculture sendiri.

“Untuk proses penghijauan kita terus lakukan penanaman beberapa jenis tanaman dan tumbuhan sehingga kawasan hutan mangrove terlihat asri dan sejuk, dan juga yang kita lakukan pembangunan TPST 3R dengan ukuran 10 x 18 meter,” ucap Achmad Taufik dalam keterangannya, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, pembangunan TPST 3R di kawasan tersebut dirasa bermanfaat bagi warga sekitar. Dengan adanya tempat pembuangan tersebut dapat mengurangi volume sampah masyarakat sekitar.

“Mayoritas warga di Desa Ketapang adalah nelayan, tentunya banyak menjadi produsen sampah hasil dari olahan laut tidak terpakai sehingga dengan adanya pembangunan ini diharapkan sampah yg terkelola di TPS3R Desa Ketapang sebanyak 70 %,” tegas Taufik.

Sementara itu, untuk alur pengelolaan sampah pada TPST 3R tersebut yakni dimulai dari sampah yang di ambil dan diangkut dengan memakai gerobak motor dari area Kawasan Mangrove Aquaculture, dan dari masyarakat Desa Ketapang selanjut diolah di TPS3R dengan mesin pemilah sampah dan residunya di bawa ke TPA Jatiwaringin Mauk.

“Jadi dalam proses pengelolaan sampahnya kami juga melibatkan warga sekitar untuk memilah sampah mana yang masih dapat memiliki nilai ekonomi. Semoga dengan cara ini dapat meningkatkan nilai ekonomi dari warga masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

(Ril/Red)