Beranda Cinta Pelajaran Penting Soal Cinta di Usia 20-an

Pelajaran Penting Soal Cinta di Usia 20-an

376
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Saat jatuh cinta di usia 20-an merupakan fase paling menarik dalam kehidupan seseorang. Di usia ini, keputusan penting dalam urusan cinta akan dibuat. Baik itu hal yang membahagiakan atau justru menyakitkan.

Seiring dengan hal itu, mereka akan menemukan banyak lika-liku cinta yang belum ditemui sebelumya.

Jadi tak heran jika fase percintaan di usia tersebut membuat seseorang jadi lebih dewasa. Mulai dari perasaan meletup-letup hingga patah hati. Berikut empat hal mengenai cinta di usia 20-an seperti dilansir Times of India, Selasa (22/1/2019).

Sebagian besar dari kita menyaksikan perpisahan yang buruk atau menghadapi penolakan di usia 20-an, hingga kita percaya jika tak akan pernah jatuh cinta lagi. Patah hati dan perpisahan bukanlah akhir dari kisah cinta. Anda hanya belum tahu kapan cinta akan mengetuk pintu hati anda.

1. Hubungan bukan hanya tentang cinta

Di usia ini, Anda bakal tahu bahwa bukan cuma cinta yang akan membuat sebuah hubungan awet. Suatu hubungan dapat bekerja hanya ketika kedua pasangan mau melakukan penyesuaian, saling merangkul seperti mereka dan berdiri di samping satu sama lain di hari baik dan buruk. Ini tentang berbagi rasa saling menghormati, kepedulian, dan rasa pengertian yang bertahan selamanya.

Bulan-bulan awal menjalin hubungan memang terasa manis. Mulai dari kejutan, kencan romantis atau ciuman. Bahkan, hal-hal kecil terasa indah. Namun, cinta sebenarnya adalah ketika Anda dan pasangan berada dalam emosi yang berbeda. Saat anda bisa melewati tiap ujiannya maka Anda dan pasangan benar-benar bisa menjaga cinta. Dengan begitu anda akan menyadari jika cinta tak pernah seindah negeri dongeng. Hal ini biasanya terjadi saat menjalani cinta di usia 20-an.

2. Memiliki privacy itu penting

Ini adalah salah satu pelajaran hidup paling berharga yang didapat saat menjalin hubungan di usia 20-an. Tidak peduli seberapa besar Anda mencintai pasangan tapi memiliki kehidupan sendiri itu juga penting.

3. Berhenti berpikir berlebihan

“Apakah dia belahan jiwaku?” “Apakah kita akan bisa menikah di masa depan?” “Apakah pasanganku benar-benar mencintaiku?” “Mengapa semua orang di sekitarku menikah?” Aneka pertanyaan itu akan hadir saat usia 20-an.

Hal-hal tersebut bisa mengganggu pikiran. Namun, di sini juga letak untuk belajar bagaimana cara melepaskan kekhawatiran yang ada. (Red)

Sumber : liputan6.com