KAB. TANGERANG — Alun-Alun Balaraja berubah menjadi ruang pertemuan warga, pelaku usaha, seniman, dan komunitas saat Pekan Raya Balaraja ke-2 resmi dibuka, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Milad ke-3 Balai Adat Balaraja itu membawa agenda yang lebih luas dari sekadar perayaan tahunan.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid yang membuka kegiatan tersebut menilai Pekan Raya Balaraja dapat menjadi panggung untuk memperlihatkan apa yang dimiliki masyarakat setempat, mulai dari seni dan tradisi hingga produk UMKM serta kreativitas generasi muda.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu cara mempertemukan potensi ekonomi lokal dengan masyarakat yang menjadi pasar langsungnya.
“Pekan Raya Balaraja bukan sekadar kegiatan hiburan dan perayaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk mempertemukan masyarakat, memperkuat silaturahmi, menghidupkan seni dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Maesyal.
Di tengah perkembangan Kabupaten Tangerang, Balaraja memiliki identitas sejarah dan budaya yang dinilai perlu tetap dipertahankan.
Maesyal mengatakan adat dan budaya tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu. Nilai yang terkandung di dalamnya justru perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
“Menjaga adat dan budaya bukan berarti hanya mempertahankan masa lalu, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi masa depan,” katanya.
Ia meminta generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pelestarian budaya. Anak-anak muda didorong mengenali akar budaya daerahnya sekaligus memiliki ruang untuk berkreasi dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, keberadaan Balai Adat Balaraja dapat diarahkan menjadi ruang bersama, bukan hanya untuk kegiatan adat, tetapi juga pendidikan karakter dan memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Pekan Raya Balaraja juga diarahkan menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM. Produk lokal, kuliner, karya seni, komunitas hingga kreativitas anak muda diharapkan mendapat perhatian dari pengunjung yang datang.
Maesyal mengatakan potensi ekonomi masyarakat Balaraja perlu ditampilkan secara lebih luas agar masyarakat tidak hanya mengenal Balaraja dari sisi pembangunan fisik dan aktivitas ekonominya.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi Balaraja, mulai dari seni budaya, kuliner, produk UMKM, kreativitas anak muda, hingga berbagai potensi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pola tersebut membuat kegiatan budaya tidak berhenti pada seremoni. Ketika pelaku UMKM, seniman, budayawan dan komunitas mendapatkan ruang untuk tampil, acara sekaligus dapat menjadi sarana memperkenalkan produk dan karya mereka kepada calon konsumen.
Di hadapan masyarakat yang hadir, Maesyal juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Ia berharap Pekan Raya Balaraja dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang mampu menghubungkan berbagai kelompok masyarakat.
“Semoga kegiatan menjadi rumah bersama untuk melestarikan adat budaya dan meneruskan nilai-nilai luhur di dalamnya,” kata Maesyal.
Pekan Raya Balaraja ke-2 sendiri digelar dalam rangka Milad ke-3 Balai Adat Balaraja. Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan apresiasi kepada Balai Adat Balaraja, panitia, serta masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Di balik kemeriahan acara, pemerintah daerah ingin memastikan tradisi dan potensi ekonomi lokal memiliki ruang untuk tumbuh bersamaan. Budaya dipertahankan, sementara produk dan kreativitas warga didorong agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
Tim Redaksi
