CILEGON – Pedagang Pasar Kranggot Cilegon mendukung wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengelola pungutan parkir. Namun, mereka meminta Pemkot Cilegon menetapkan tarif yang wajar dan membenahi penataan kendaraan di kawasan pasar.
Pedagang sayur di Pasar Kranggot, Rohim mengatakan, pedagang tidak mempermasalahkan pungutan parkir selama pemerintah menjamin keamanan kendaraan dan tidak menetapkan tarif berlebihan.
“Kalau demi keamanan, saya sih setuju. Terus bayar parkirnya jangan melebihi batas, normalnya Rp2 ribu saja,” kata Rohim kepada BantenNews.co.id, Senin (28/9/2026).
Menurut Rohim, pungutan parkir tidak akan otomatis mengurangi jumlah pengunjung maupun penjualan pedagang. Sebab, pengunjung selama ini juga sudah membayar parkir meski pemerintah belum mengelolanya.
“Kalau misal bayarnya normal, enggak masalah. Biasanya juga memang bayar parkir. Yang penting jangan melebihi batas,” ujarnya.
Pedagang lain, Nunung, penjual daging ayam, juga mendukung penataan parkir. Ia menilai pengelolaan yang lebih tertib dapat mencegah pengunjung memarkir kendaraan sembarangan di depan lapak pedagang.
“Kalau dikelola parkirnya, dirapikan enggak apa-apa. Soalnya kalau enggak ada parkir, pada parkir di depan lapak, sembarangan, ganggu orang belanja,” kata Nunung.
Baca: Pedagang Dukung Wacana Pungutan Parkir Pasar Kranggot Cilegon
Namun, dukungan pedagang itu muncul tanpa informasi resmi dari Pemkot Cilegon. Rohim dan Nunung mengaku belum mengetahui secara jelas rencana pemerintah menarik dan mengelola pungutan parkir di Pasar Kranggot.
Mereka bahkan mengaku belum menerima sosialisasi mengenai rencana tersebut.
“Maunya sih ada sosialisasi, soalnya kita enggak tahu di sini soal itu. Belum ada pemberitahuan kalau di sini. Enggak tahu kalau ke yang lain,” ujar Rohim.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
