Beranda Pemerintahan Pasca Pelantikan Pejabat, BKPP Cilegon : Tidak Ada Aturan Tukar Jabatan !

Pasca Pelantikan Pejabat, BKPP Cilegon : Tidak Ada Aturan Tukar Jabatan !

177
0
Walikota Cilegon, Edi Ariadi saat memberikan ucapan selamat kepada pejabat eselon setelah melantik dan melakukan pengambilan sumpah jabatan beberapa waktu lalu. (Foto : Gilang)

CILEGON – Keputusan mutasi rotasi dan promosi pejabat eselon di lingkungan kerja Pemkot Cilegon pada Jumat (31/5/2019) lalu menyisakan kekecewaan di kalangan sejumlah pejabat yang menjalaninya. Ketika sejumlah pejabat lainnya yang bersyukur dengan memandang jabatan barunya sebagai amanah, namun ada pula pejabat lain yang merasakan yang sebaliknya.

Informasi yang dihimpun, keberatan atas putusan mutasi itu turut dirasakan oleh salah seorang pejabat eselon III yang menolak dengan jabatan barunya sebagai salah satu Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon. Diduga, beratnya tugas baru yang akan diemban menjadi alasannya menolak menempati jabatan di OPD teknis tersebut.

“Semua kan sudah menjalani pelantikan. Apalagi itu adalah risiko jabatan, justru Bu Sekda dan Walikota itu memilih yang bersangkutan (pejabat eselon III di DPU-TR) karena tahu ia memiliki integritas dalam rangka meluruskan yang mungkin rada bengkok selama ini,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin kepada BantenNews.co.id melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).

Lebih jauh, dari sumber informasi itu disebutkan bahwa agar tidak menempati kursi di jabatan barunya tersebut, sang pejabat bahkan diduga sempat bersepakat untuk tukar posisi jabatan dengan pejabat eselon III yang berasal dari OPD yang lain sebelum hal itu disampaikan kepada pimpinannya hingga kepala daerah.

“Saya juga sudah sempat dengar kabar itu, tapi ngga bisa itu, memangnya main catur bisa diblokir begitu. Ngga boleh itu, ngga ada aturannya. (Jabatan baru) itu kan kepercayaan dari pimpinan, masak SK Walikota ngga dihargai? Kalau bicaranya takut dengan jabatan barunya itu, kenapa di awal melamar jadi PNS?. Toh jabatan itu kan adalah amanah, dan ketika seseorang menjadi pejabat itu ya ada risikonya,” tegasnya.

Terpisah Plt Kepala DPUTR Kota Cilegon, Muhammad Ridwan yang dikonfirmasi berupaya mengelak terkait dengan adanya kabar pegawainya yang sudah sempat santer di kalangan ASN tersebut.

“Ya tapi prinsipnya kan ngga ada di kitanya yang begitu. (Mutasi dan rotasi) itu kan sudah keputusannya Pak Walikota, jadi sudah tidak perubahan itu, sudah sesuai dengan SK,” kilah Ridwan seraya terkekeh.

Ridwan menambahkan, kinerja di internal DPU-TR Cilegon saat ini sudah efektif berjalan setelah adanya serah terima jabatan yang dilakukan pada hari ini. “Jadi saat ini mereka tinggal menjalankan tugasnya saja dengan sebaik-baiknya, gitu aja,” tutup Ridwan. (dev/red)