TANGSEL – Setelah Pasar Ciputat dan kawasan Roxy “dibersihkan”, kini giliran Pasar Serpong yang masuk radar penataan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).
Wajah pasar yang semrawut dan trotoar yang penuh lapak membuat kawasan ini dianggap perlu dirapikan, meski artinya para pedagang kaki lima harus segera angkat kaki.
Akan hal tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyebut Pasar Serpong sebagai titik krusial berikutnya dalam proyek penataan ruang kota.
“Setelah Ciputat dan Roxy, ya ini giliran Serpong. Penertiban ini bukan semata soal estetika, tapi soal keteraturan,” kata Pilar, Jumat (18/7/2025).
Di bawah koordinasi PT PITS selaku pengelola pasar, pemerintah berencana memindahkan para pedagang informal ke dalam area pasar.
Pilar mengklaim PT PITS telah menyatakan kesiapan menampung mereka. Namun seperti biasa, ruang di dalam pasar nyatanya tak pernah benar-benar cukup bagi semua pedagang kecil yang menggantungkan hidup di trotoar dan bahu jalan.
Koordinasi, menurut Pilar, sedang dijalin antara PT PITS dan pemilik lot kios di dalam pasar. Pemerintah berharap akan ada kesepakatan agar relokasi bisa berlangsung tanpa konflik terbuka.
“Kalau sudah clear, baru kita bergerak. Saya minta lurah dan camat mulai sosialisasi biar semua kondusif,” tambahnya.
Namun penertiban selalu menyisakan pertanyaan lama: siapa yang akan digusur, dan ke mana mereka akan pergi? Pilar mengakui pemerintah akan melayangkan surat peringatan. Tapi ia menekankan pendekatan tetap dilakukan secara manusiawi.
“Mereka bukan warga Tangsel kebanyakan, tapi tetap saja ada keluarga yang bergantung. Kita cari solusinya,” ucapnya.
Ia menjanjikan penataan dilakukan dengan memperhatikan nasib pedagang. Tapi pemerintah juga tak mau kompromi soal aturan.
“Jangan bikin aturan sendiri di ruang publik,” katanya, mengingatkan para pedagang agar mau bekerja sama.
Dalam waktu dekat, rapat koordinasi akan digelar melibatkan dinas terkait, aparat wilayah, dan pengelola pasar. Pilar berharap langkah-langkah teknis sudah bisa diambil dalam satu atau dua minggu ke depan.
Pasar Serpong, yang selama ini menjadi simpul ekonomi warga pinggiran Serpong dan Setu, mungkin akan segera berubah wajah. Tapi seperti yang terjadi di banyak kota lain, wajah baru sebuah pasar tak selalu berarti kehidupan baru yang lebih baik bagi mereka yang terpinggirkan.
Penulis: Mg-Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo
