
SERANG – Pemerintah Kota Serang mulai membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mengoptimalkan pengelolaan aset daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan. Sejumlah aset strategis, seperti kawasan Pasar Lama dan lahan Serang Convention Center (SCC) di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, menjadi incaran investor.
Peluang kerja sama tersebut mengemuka dalam rapat rencana investasi yang digelar di Aula Lantai III Setda Kota Serang, Kamis (25/6/2026), bersama PT Barata Perkasa Group.
Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, mengatakan pembangunan daerah tidak harus selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, pemerintah daerah dapat menggandeng badan usaha atau pihak swasta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Intinya pemerintah daerah dalam membangun bisa menggunakan APBD, bisa juga bekerja sama dengan badan usaha atau pihak swasta,” ujar Nanang.
Dalam pertemuan tersebut, PT Barata Perkasa Group menyampaikan ketertarikannya untuk mengelola sejumlah aset milik Pemkot Serang. Fokus utama yang ditawarkan adalah pengelolaan parkir di kawasan Pasar Lama serta pengembangan lahan SCC di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug.
Nanang menjelaskan, Pemkot Serang sebenarnya telah memiliki konsep pengembangan SCC dan kini tengah mencari mitra yang tepat untuk merealisasikannya.
“PT Barata Perkasa Group ingin bekerja sama mengelola Pasar Lama, terutama pada sektor parkir. Selain itu, kami juga memiliki lahan untuk Serang Convention Center yang sudah memiliki konsep dan siap ditawarkan,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut kemungkinan akan menggunakan skema Bangun Guna Serah (BGS) atau bentuk kerja sama pemanfaatan aset daerah lainnya. Namun, pembahasan masih berada pada tahap penjajakan awal sehingga diperlukan pertemuan lanjutan untuk mematangkan konsep dan kesepakatan.
“Nanti mekanismenya bisa melalui bangun guna serah. Ini masih tahap awal. Kami punya konsep, perusahaan juga punya konsep. Selanjutnya akan dibahas lebih detail agar ada titik temu,” ujarnya.
Nanang juga menegaskan pentingnya pendampingan aparat penegak hukum dalam penyusunan kerja sama investasi tersebut. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari.
“Kami menyarankan agar ada pendampingan dari aparat penegak hukum, misalnya Kejaksaan, supaya apa yang dijalankan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Dalam penawaran awal, PT Barata Perkasa Group menawarkan investasi sekitar Rp10 miliar dengan masa konsesi selama 30 tahun. Namun, Pemkot Serang masih akan mengkaji lebih lanjut terkait durasi kerja sama yang dinilai perlu disesuaikan dengan nilai investasi yang masuk.
“Itu baru penawaran dari pihak swasta. Kalau investasi Rp10 miliar, tentu kami ingin masa kerja samanya tidak terlalu panjang, mungkin antara lima sampai sepuluh tahun. Namun perusahaan juga pasti mempertimbangkan titik impas dan keuntungan investasinya,” jelas Nanang.
Sementara itu, Direktur PT Barata Perkasa Group, Sahrul Ramadhani, menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Pemkot Serang dalam menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, kami sudah berdiskusi dengan Pemerintah Kota Serang untuk membahas pengembangan Kota Serang ke depan. Kami ingin membangun kolaborasi yang positif,” kata Sahrul.
Ia menjelaskan, konsep yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga mengedepankan aspek pelayanan publik dan kenyamanan masyarakat. Kawasan SCC maupun Pasar Lama diharapkan menjadi ruang aktivitas yang produktif, kreatif, dan ramah bagi warga.
“Konsepnya lebih dekat dengan masyarakat dan fasilitas umum. Nantinya SCC maupun fasilitas lainnya bisa menjadi pusat kreativitas dan aktivitas warga Kota Serang,” ujarnya.
Sahrul menilai Kota Serang memiliki prospek investasi yang menjanjikan karena berstatus sebagai ibu kota Provinsi Banten, didukung pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang serta pembangunan infrastruktur yang semakin baik.
“Kota Serang adalah ibu kota provinsi. Potensinya luar biasa, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastrukturnya. Karena itu kami melihat peluang yang sangat baik untuk berinvestasi di sini,” pungkasnya.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo