PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Selain memicu krisis air bersih, kondisi cuaca kering juga meningkatkan risiko kebakaran di kawasan permukiman.
Kepala BPBDPK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, masyarakat harus mulai mengubah kebiasaan yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar hanya karena percikan kecil.
“Ada dua hal yang harus dicermati masyarakat saat musim kemarau. Pertama, ketersediaan air yang semakin terbatas sehingga harus digunakan secara bijak. Kedua, meningkatnya potensi kebakaran, baik kebakaran lahan maupun kebakaran di lingkungan permukiman,” katanya, Rabu (5/8/2026).
Riza mengingatkan, masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Pasalnya, instalasi listrik yang bermasalah dapat menjadi pemicu kebakaran ketika cuaca sedang panas dan kering.
“Selalu cek instalasi listrik. Percikan api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran saat kondisi cuaca sangat kering,” ujarnya.
Selain itu, BPBDPK juga meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terutama di lokasi yang berdekatan dengan permukiman maupun lahan yang dipenuhi rumput kering.
“Jangan membakar sampah sembarangan, apalagi di area dekat permukiman. Risiko api merambat sangat tinggi saat musim kemarau,” tegasnya.
Riza memastikan BPBDPK tetap bersiaga menghadapi potensi kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan kejadian darurat agar petugas dapat bergerak cepat melakukan penanganan.
“Kalau ada kondisi darurat atau kebakaran, silakan segera hubungi BPBD agar bisa segera ditangani,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : TB Ahmad Fauzi
