CILEGON β Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon mencatat 42 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga Juni 2026. Sebanyak 16 kejadian terjadi pada Juni, menjadikannya bulan dengan angka kebakaran tertinggi pada semester pertama tahun ini.
Kepala DPKP Kota Cilegon, Agus Ubaidillah mengatakan, 41 kejadian terjadi di wilayah Kota Cilegon, sedangkan satu kejadian terjadi di luar wilayah. Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Memasuki musim kemarau 2026, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering karena adanya potensi El Nino,” kata Agus, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan wilayah, Kecamatan Cibeber mencatat jumlah kebakaran tertinggi dengan 11 kasus. Kecamatan Jombang menyusul dengan 10 kasus.
Selanjutnya, Kecamatan Citangkil mencatat enam kejadian, Grogol dan Pulomerak masing-masing empat kejadian, Kecamatan Cilegon tiga kejadian, Purwakarta dua kejadian, serta Ciwandan satu kejadian.
Agus menjelaskan hubungan arus pendek listrik menjadi penyebab utama kebakaran dengan 22 kejadian atau sekitar 55 persen dari total kasus.
Selain itu, petugas mencatat enam kasus akibat pembakaran sampah, enam kasus kebakaran yang disengaja (arson), lima kasus akibat kompor atau tabung LPG, dan satu kasus akibat petasan.
Lonjakan kasus pada Juni 2026 juga memicu tingginya kerugian material. DPKP Kota Cilegon menaksir total kerugian mencapai sekitar Rp225,5 juta.
Agus mengimbau masyarakat tidak membakar sampah di lahan kosong, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menyiapkan alat pemadam api sederhana di rumah untuk mengantisipasi kebakaran.
“Kepada masyarakat, kami mengimbau jangan membakar sampah di lahan kosong, jangan buang puntung rokok sembarangan, dan siapkan alat pemadam sederhana di rumah sebagai langkah awal apabila terjadi kebakaran,” tutupnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
