LEBAK – Orang tua murid SDN 2 Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mempersoalkan dugaan penamparan terhadap anaknya oleh seorang guru saat berusaha melerai perkelahian antarsiswa.
Ruyatna, orang tua siswa kelas 3 tersebut, mengaku kecewa dan keberatan atas dugaan tindakan fisik yang menimpa anaknya. Ia meminta sekolah mengedepankan pendekatan edukatif dalam menangani konflik antarsiswa.
“Saya sangat kecewa apa yang telah dilakukan oknum guru tersebut. Seharusnya perselisihan antar murid itu sebaiknya diselesaikan melalui pendekatan edukatif, bukan dengan tindakan fisik terhadap anak,” kata Ruyatna saat dihubungi, Senin (21/9/2026).
Ruyatna mengatakan, berdasarkan pengakuan anaknya, insiden bermula saat jam istirahat. Anaknya berusaha melerai dua teman yang terlibat perkelahian.
Namun, situasi kembali memanas setelah salah satu murid mendorong dan terlibat kontak fisik dengan anaknya.
“Anak saya sempat dipukul oleh temannya, tapi anak saya menepisnya hingga terjatuh,” ujarnya.
Ruyatna kemudian mengungkapkan, seorang guru mendatangi anaknya dan diduga menamparnya. Ia menyebut dugaan tindakan tersebut membuat anaknya mengalami trauma.
“Dengan aksi penamparan yang dilakukan oknum guru tersebut, membuat anak saya mengalami trauma,” ungkapnya.
Ruyatna menyayangkan dugaan tindakan fisik terhadap anak didik. Ia meminta guru memberikan teguran, nasihat, atau pembinaan jika murid melakukan kesalahan.
“Kalau benar anak saya salah kenapa tidak ditegur, dinasihati, diberikan pembinaan, maupun diberikan konsekuensi yang bersifat edukatif, bukan malah mendapatkan tindakan fisik,” ucapnya.
Sementara itu,
Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Bojongleles Juhaeni menyampaikan, dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut tadi malam, karena dari hari Jumat dirinya sedang berada di Provinsi.
“Saya baru mengetahuinya tadi malam setelah ada beberapa pemberitaan. Dan saya sangat prihatin atas peristiwa tersebut, hari ini pihak sekolah dan orang tua murid akan bermusyawarah mencari jalan terbaik aras peristiwa tersebut,” ucap Juhaeni saat dihubungi.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Ahmad Fauzi
