CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon belum menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) meski kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah daerah. Pemkot menilai kondisi di Cilegon belum mengganggu aktivitas pegawai sehingga pelayanan pemerintahan tetap berjalan normal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pemerintah pusat telah mengimbau pemerintah daerah mempertimbangkan WFH jika kondisi membutuhkan. Namun, Pemkot Cilegon memilih mempertahankan pola kerja normal karena belum melihat dampak signifikan terhadap aktivitas ASN.
“Memang ada imbauan dari pusat untuk melakukan WFH, tapi karena kita merasa bahwa itu belum terlalu efektif, maka kita masih berlakukan normal,” kata Aziz, Senin (19/10/2026).
Aziz mengakui sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Cilegon kerap mengalami antrean panjang kendaraan. Meski begitu, ia mengklaim kondisi tersebut belum memengaruhi aktivitas pegawai pemerintah daerah.
Pemkot Cilegon, kata Aziz, akan mengevaluasi kebijakan kerja ASN jika pemerintah pusat menerbitkan edaran lanjutan atau kondisi lapangan menuntut penerapan WFH.
“Kalau memang ada imbauan atau edaran atau memang dipandang perlu diberlakukan WFH, kita pertimbangkan kembali melalui kebijakan pimpinan juga,” ujarnya.
Aziz menegaskan, jika Pemkot Cilegon menerapkan WFH, kebijakan itu tidak akan berlaku bagi seluruh ASN. Organisasi perangkat daerah (OPD) yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat tetap bekerja dari kantor agar pelayanan publik tidak terganggu.
“Walaupun diberlakukan WFH, kalau untuk OPD pelayanan tidak diberlakukan itu karena harus melayani masyarakat, standby. OPD tertentu saja yang diberlakukan WFH. Kalau yang pelayanan tetap standby,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Cilegon belum berkomunikasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM di wilayahnya. Karena itu, Aziz belum bisa memastikan apakah stok BBM Cilegon cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan.
“Kita belum menanyakan apakah stok di Cilegon ini aman untuk beberapa hari ke depan, belum ada komunikasi. Tapi melihat situasi sekarang belum ada keluhan dari pegawai. Kalau saya lihat belum terdampak, masih normal-normal saja,” tuturnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
