
KAB. SERANG – Mereka tidak datang membawa proposal atau tuntutan. Sejumlah anggota Komunitas Musik Jalanan (Komjal) Kabupaten Serang memilih membawa sebuah lagu.
Melalui lirik sederhana, mereka mencoba menceritakan apa yang mereka lihat selama setahun terakhir sekaligus menyampaikan harapan agar kreativitas anak jalanan mendapat ruang yang lebih luas.
Pertemuan dengan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah akhirnya terlaksana setelah beberapa kali tertunda karena padatnya agenda sang kepala daerah. Momen silaturahmi itu menjadi kesempatan bagi Komjal memperdengarkan lagu berjudul “Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Serang.”
Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi kreativitas para musisi jalanan tersebut. Menurutnya, karya seni merupakan cara yang sah untuk menyampaikan gagasan maupun pandangan terhadap kondisi daerah.
Ia mengaku, tidak mempersoalkan namanya tercantum dalam lirik lagu. Baginya, yang lebih penting ialah isi lagu yang menggambarkan sejumlah program dan perubahan yang dirasakan masyarakat selama setahun terakhir.
“Bukan karena ada nama saya di dalam lagu. Yang saya lihat justru liriknya berbicara tentang capaian pemerintahan selama satu tahun, mulai dari pelayanan perizinan, infrastruktur, hingga sektor pertanian dan pekerja. Itu yang saya apresiasi,” kata Zakiyah usai pertemuan di Pendopo Bupati Serang, Senin (20/7/2026)
Zakiyah juga mengajak Komjal terus berkarya. Menurutnya, kreativitas menjadi modal penting bagi generasi muda untuk membangun masa depan, termasuk bagi anak-anak yang tumbuh dari lingkungan jalanan.
“Setiap anak bangsa memiliki potensi, cita-cita, dan kesempatan untuk berkembang. Teruslah berkarya dan berkreasi,” ujarnya.
Pertemuan itu tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi. Pemerintah Kabupaten Serang membuka peluang kolaborasi dengan Komjal dalam berbagai agenda daerah.
Zakiyah menyebut Festival Anyer-Panarukan dan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 menjadi beberapa kegiatan yang berpotensi melibatkan komunitas musik jalanan sebagai pengisi acara.
“Banyak ruang yang bisa kita bangun bersama. Mudah-mudahan ke depan kita terus berkolaborasi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Serang,” ucapnya.
Sementara Ketua Komjal, Iyan menjelaskan, lagu tersebut lahir dari sudut pandang para musisi jalanan. Mereka tidak menyusun laporan atau kajian akademik, melainkan memilih musik sebagai media untuk menyampaikan penilaian mereka terhadap kepemimpinan daerah.
“Kami menyampaikan apa yang kami lihat lewat lagu. Itu cara kami mengekspresikan pendapat,” katanya.
Iyan mengungkapkan, judul lagu sengaja menggunakan tema “Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Serang”, bukan sekadar mengangkat nama kepala daerah. Nama Ratu Rachmatuzakiyah hanya menjadi bagian dari lirik agar pesan lagu lebih mudah menarik perhatian pendengar.
Menurutnya, setelah pendengar tertarik, mereka akan mengikuti keseluruhan lirik yang memuat berbagai program pembangunan yang dinilai berhasil selama satu tahun terakhir.
Di balik lagu tersebut, Komjal juga menyimpan harapan yang lebih besar. Mereka ingin pemerintah terus membuka ruang pembinaan bagi anak-anak jalanan yang memiliki bakat di bidang seni.
“Banyak anak jalanan yang mungkin tidak bisa mengejar masa depan lewat jalur akademik, tetapi mereka bisa berkembang melalui kreativitas. Kami berharap ada pembinaan agar mereka punya kesempatan yang lebih baik,” tuturnya.
Pertemuan itu memperlihatkan bahwa karya musik tidak selalu hadir sebagai hiburan. Bagi Komjal, lagu menjadi bahasa yang mereka pilih untuk menyampaikan pandangan, harapan, sekaligus mencari ruang agar kreativitas anak jalanan mendapat tempat dalam pembangunan daerah.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah