Beranda Bisnis PKL di Lebak Menjamur, Omzet Capai Jutaan Rupiah Tiap Hari

PKL di Lebak Menjamur, Omzet Capai Jutaan Rupiah Tiap Hari

183
0

LEBAK – Omzet pedagang kaki lima (PKL) di pasar Rangkasbitung mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap harinya. Keuntungan tersebut didapat karena Pasar Rangkasbitung merupakan pusat niaga terbesar di Kabupaten Lebak.

“Dalam sehari kalau lagi laris dapat untung satu sampai dua juta rupiah. Tapi kalau lagi sepi paling bawa uang ke rumah itu seratus sampai tiga ratus ribu,” kata Abdul Kohar seorang pedagang ikan pindang di Pasar Rangkasbitung, Rabu (5/9/2018).

Menurut Kohar, prosesi dagang untung dan rugi itu sudah menjadi hal biasa. Paling penting ialah mengelola keuangan hasil usaha.

“Kalau untung dan rugi itu sudah mendarah daging maka kita harus pintar menabung. Artinya di kala untung sisihkan uang untuk menabung agar ketika rugi tidak sampai gulung tikar tetapi masih tetap bisa bangkit menjalankan usaha,” katanya.

Kohar berpendapat, menjadi seorang PKL sekalipun memiliki lapak berukuran 1 X 1,5 meter itu dapat menghasilkan uang. Besarannya sangat cukup memenuhi kebutuhan keluarga.

“Maka tak heran jika PKL itu menjamur di mana-mana. Apalagi di Pasar Rangkasbitung yang menjadi pusat niaga maka lapak secuilpun dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya.

Kohar berharap, ke depan Pemkab Lebak memberikan tempat layak untuk para PKL. Supaya bisa berjualan dengan tenang dan aman.

“Tidak seperti sekarang kalau tiba hujan maka kita bergegas beresin barang dagangan karena memang takut kehujanan. Terus berjualannya dibatasi waktu hanya bisa malam hari karena memang menempati jalan raya,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat menuturkan, terkait menjamurnya PKL pada saat ini karena memang dampak dari pembongkaran kios maupun los oleh PT KAI beberapa waktu lalu.

“Ratusan pedagang kena gusur akan tetapi tidak disiapkan tempat relokasi. Sementara ini mereka berjualan hanya saja memang waktunya dibatasi dari malam sampai pagi dan untuk ke depan mereka akan kita pikirkan untuk bisa kembali memiliki tempat yang layak namun perlu waktu karena berkaitan anggaran dan lokasi lahan,” katanya. (Tra/Ali/Red)