Beranda Pilkada Serentak 2020 Nyaris Tembus 40 Ribu Dukungan, Mumu Sebut Masyarakat Cilegon Inginkan Perubahan

Nyaris Tembus 40 Ribu Dukungan, Mumu Sebut Masyarakat Cilegon Inginkan Perubahan

Pasangan balon Walikota dan Wakil Walkota Cilegon dari jalur independen, Ali Mujahidin (kanan) - Lian Firman saat menyerahkan syarat dukungan ke KPU Cilegon beberapa waktu lalu. (Gilang)

CILEGON – Ali Mujahidin Bakal Calon (Balon) Perseorangan di Pilkada Cilegon mengklaim bahwa jumlah dukungan berdasarkan verifikasi faktual hingga hari terakhir di tingkat kelurahan pada Selasa (14/7/2020) sudah mencapai sekitar 39.532 dukungan.

Mumu mengaku optimis jumlah dukungan melalui verifikasi faktual terus bertambah hingga masa waktu berakhir.

“Hari ini mungkin verifikasi faktual bahkan sudah sampai tingkat kecamatan. Tapi hasil verifikasi faktual dari kelurahan sudah bisa diketahui dan selisih dengan hasil update data internal kita itu tidak sampai satu persen,” ujar Mumu panggilan akrabnya kepada wartawan.

Mumu menyatakan bahwa pihaknya juga saat ini tengah merumuskan langkah-langkah selanjutnya setelah verifikasi faktual usai.

“Tim merumuskan langkah-langkah selanjutnya baik itu langkah administratif, langkah politis dan langkah konsolidatif, kita serahkan sama tim. Mudah-mudahan langkah-langkahnya itu progresif dan sustainable,” kata Mumu.

Untuk menjaga suara dukungan tetap aman hingga pleno KPU, lanjutnya, pihaknya meyerahkan-langkahnya kepada tim.

“Kami percaya kepada tim dan masyarakat. Itu tercermin dari hasil verifikasi faktual. Jadi berdasarkan verifikasi faktual 55 ribu yang awal kita serahkan ke KPU itu, banyak yang tidak ditemukan, tapi yang tidak ditemukan itu bukan berarti tidak konsisten, mungkin mereka kerja atau apa, tapi lebih banyak yang ditemukan. Saya kira persentasi yang ditemukan itu dan menjadi sebuah memenuhi syarat (MS) kalau saya berbaik sangka itu konsistensi masyarakat Cilegon yang menginginkan perubahan,” ucap Mumu.

“Kalau lembaga survei itu kan biasanya hanya sampling, 400, 800 orang responden, namun dalam verifikasi faktual ini kan yang diperiksa hampir 40 ribu orang, ini saya pandang sebagai sebuah survei juga, itu rill masyarakatnya ditemukan secara langsung, ini saya kira beda-beda tipis dengan survei, tapi ini respondennya lebih besar daripada survei,” lanjutnya.

Sementara untuk mendapatkan suara yang mengambang, kata dia, pihaknya akan bergerak melalui tim, relawan dan komunitas.

“Juga ada tim di tiap TPS, kita percayakan pada mereka untuk bagaimana mengamankan, menggalang, kemudian memenangkan. Saya kira mereka dan masyarakat juga kan ingin menang,” imbuhnya.

(Man/Red)