Beranda Bisnis Nikmatnya Sate Bandeng, Kuliner Khas Kesultanan Banten

Nikmatnya Sate Bandeng, Kuliner Khas Kesultanan Banten

135
0
Sajian Sate Bandeng - foto istimewa google.com

Banyak orang tak begitu menyukai ikan bandeng karena banyak memiliki duri atau tulang halus. Nanun bagaimana dengan sate bandeng tanpa tulang makanan khas Banten?

Sate bandeng jamak ditemui di Serang. Jenis kuliner ini bahkan biasanya ada di sentra oleh-oleh sekitar sana. Banyak orang yang jadi suka karena penyajian sudah tanpa tulang.

Rasanya khas, daging ikan berpadu dengan racikan bumbu Indonesia. Sungguh, rasanya nusantara sekali.

Di Serang, para penjaja sate bandeng biasanya menaruh dagangan dalam etalase berkaca, tertutup. Dibuat demikian agar sate bandeng dapat tahan lama karena tak terkena banyak udara.

Nah, ketahanan sate bandeng biasanya 3 hari dalam suhu ruangan atau lebih jika sudah masuk lemari es. Inilah yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk menjadikannya buah tangan setelah mampir ke Serang.

Resep Kesultanan

Tak banyak yang tahu, resep nusantara sate Bandeng bermula dari Kesultanan Banten.

Konon, pada abad 16, sate bandeng adalah racikan juru masak kerajaan yang disuguhkan sebagai menu  di sana. Dalam proses memasaknya, juru masak ingin meracik masakan bandeng dengan menghilangkan duri-duri kecil yang ada dalam daging bandeng.

Sang juru masak lalu berusaha mengambil duri kecil di dalam bandeng dengan cara memukul-mukul daging bandeng segar.

Setelah itu, ia mulai memilah duri untuk dibuang. Sayangnya, karena dipukul-pukul, daging bandeng malah ikut hancur.

Tak kalah akal, sang juru masak lalu memberikan santan dan bumbu rempah ke daging bandeng yang sudah diambil durinya. Setelah itu, ia masukkan kembali dalam kulit dan kerangka ikan.

Kulit ikan bandeng yang tebal membuat ikan terlihat seperti utuh kembali setelah diisi dengan daging yang sudah bercampur bumbu tadi. Nah setelah itu, ia memasaknya dengan cara dibakar.

Dalam perkembangannya, sate bandeng tidak hanya tampil biasa alias original. Mulanya, resep asli dari juru masak Kesultanan Banten hanya menggunakan garam, bawang merah, gula merah, dan santan saja.

Akan tetapi, kekinian, ada penambahan bumbu seperti ketumbar dan cabai. Bahkan, tak sedikit yang menambahkan penyedap rasa.

Saat ini, ada dua macam sate bandeng di pasaran. Pertama sate bandeng putih yang berasa original. Lalu, ada pula sate bandeng merah dengan cita rasa pedas.

Penyajiannya pun sesuai selera. Selain dibakar, ada pula yang menyajikan dengan cara digoreng. (Red)

Sumber : Kompas.com