SERANG – Nurawani (68), seorang perempuan yang tinggal di Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Kota Serang, diduga menghabiskan waktu sekitar sepekan bersama jenazah suaminya, Indra Yazier (IN), yang telah meninggal dunia di dalam rumah mereka.
Peristiwa tersebut baru terungkap setelah warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kediaman pasangan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Rasa curiga mendorong warga mendatangi rumah korban pada Rabu (17/6/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat diperiksa, warga menemukan Indra sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar. Tubuh korban bahkan telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
“Warga di sini sudah dua harian mencium bau bangkai, seperti bangkai tikus. Pagi sekitar jam 9 kita cek ke rumah almarhum, ternyata sudah meninggal dan badannya mulai hitam,” kata Inara, warga sekitar di lokasi kejadian.
Menurut warga, selama ini korban hanya tinggal berdua bersama istrinya. Namun begitu, kondisi kejiwaan Nurawani yang disebut kurang sehat diduga membuat kematian korban tidak segera diketahui maupun dilaporkan kepada warga sekitar.
“Kayaknya sudah lama meninggal. Almarhum hidup bersama istrinya berdua, namun kondisi istrinya tidak sehat dalam kejiwaan, sehingga kondisi meninggalnya korban tidak langsung diketahui dan sempat dibiarkan beberapa lama,” ujar Inara.
Warga menduga korban telah meninggal sejak sekitar satu pekan lalu. Selama rentang waktu tersebut, Nurawani tetap berada di rumah yang sama bersama jenazah suaminya tanpa adanya penanganan.
Saat akan dievakuasi, Nurawani sempat menahan petugas agar jenazah suaminya tidak dibawa untuk dilakukan pemeriksaan. Namun demikian, berkat bujukan warga dan petugas, perhatian Nurawani sempat teralihkan dan jenazah suaminya dapat dievakuasi petugas.
Masih menurut Inara, korban memang telah lama menderita berbagai penyakit. Indra diketahui memiliki riwayat sejumlah komplikasi penyakit.
“Memang sudah sakit-sakitan, ada riwayat diabetes dan komplikasi. Sempat muntah darah juga sebelum lama tidak terlihat,” terangnya.
Warga menyebut, korban merupakan pendatang asal Bekasi yang telah menetap di lingkungan tersebut sekitar lima tahun terakhir. Menurut warga, pasangan tersebut dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Memang sehari-hari tertutup dengan lingkungan, mungkin karena kondisi almarhum yang sakit-sakitan dan istrinya juga mengalami gangguan kejiwaan,” jelasnya.
Tetangga lainnya, Melan, berkata rumah korban selama ini selalu tertutup rapat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga. Kondisi itu membuat keberadaan korban jarang diketahui oleh lingkungan sekitar.
“Rumahnya rapet. Hampir seminggu kayanya meninggal,” ujar Melan.
Hingga akhirnya, penemuan jasad tersebut sontak menggegerkan warga Perumahan TBL. Petugas kepolisian bersama tim forensik kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Serang, Ipda Nuryanto, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut dan menyatakan pihak kepolisian telah melakukan penanganan di lokasi.
“Benar, piket sudah meluncur ke TKP (melakukan penanganan),” pungkasnya.
Penulis: Rasyid
Editor: Gilang Fattah
