
PANDEGLANG – Nama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Puji Widodo, diduga dicatut oleh orang tidak dikenal (OTK) untuk melakukan penipuan dengan meminta sejumlah uang kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Modus penipuan tersebut dilakukan dengan cara menghubungi bagian keuangan maupun pegawai di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mengatasnamakan Kadiskomsantik Pandeglang untuk meminta sejumlah uang.
Salah satu OPD yang menjadi sasaran modus penipuan tersebut yakni Diskomsantik Kabupaten Pandeglang.
Sekretaris Diskomsantik Kabupaten Pandeglang, Abdul Latif, membenarkan adanya upaya penipuan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya oknum yang mengatasnamakan pimpinan baru untuk meminta uang kepada pegawai.
“kemarin ada oknum yang mengatasnamakan pimpinan kami yang baru untuk meminta sejumlah uang kepada bagian keuangan,” kata Abdul Latif, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, pihak Diskomsantik langsung melakukan klarifikasi internal setelah menerima informasi tersebut dan memastikan bahwa permintaan uang itu bukan berasal dari pejabat yang bersangkutan.
“Kami langsung klarifikasi dan ternyata itu tidak benar. Kami mengimbau seluruh pegawai agar lebih berhati-hati apabila menerima telepon, pesan singkat maupun komunikasi lain yang mengatasnamakan pejabat tertentu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, modus serupa diduga juga menyasar beberapa OPD lainnya pasca pelantikan pejabat eselon II beberapa waktu lalu. Karena itu, seluruh pegawai diminta untuk tidak mudah percaya terhadap permintaan uang ataupun bantuan yang disampaikan melalui sambungan telepon maupun aplikasi pesan instan tanpa konfirmasi resmi.
“Jangan langsung percaya apalagi sampai mentransfer uang. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya kepada yang bersangkutan atau melalui jalur resmi,” tambahnya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat maupun ASN agar selalu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang saat ini marak terjadi dengan memanfaatkan momentum tertentu, termasuk pelantikan pejabat.
“Jika menemukan atau mengalami kejadian serupa, kami harap segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan korban lainnya,” pungkasnya.
Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo