Beranda Peristiwa MUI Imbau Masyarakat Rayakan Tahun Baru dengan Muhasabah

MUI Imbau Masyarakat Rayakan Tahun Baru dengan Muhasabah

203
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

LEBAK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak meminta kepada masyarakat khususnya umat muslim untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan cara hura-hura. Sebab, budaya menyalakan petasan dan meniup terompet dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat juga dinilai mubazir.

“Tidak ngelarang silakan saja merayakannya, tapi tentu dengan kegiatan positif. Tidak memubazirkan waktu dan harta” kata Pupu Mahpudin, Ketua MUI Lebak, Jumat (27/12/2019).

MUI sendiri dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat meminta agar mengisi perayaan itu dengan bermuhasabah dan tidak melakukan arak-arakan di jalan seperti yang kerap dilakukan kebanyakan orang.

“Justru ini harus dijadikan intropeksi diri, apa yang sudah kita perbuat terhadap agama dan bangsa ini. Tidak ada larangan merayakan tahun masehi, namun dengan kegiatan yang wajar-wajar saja,” katanya.

Menurut Pupu kegiatan yang sifarnya hura-hura dapat di ganti dengan penggalangan dana di sejumlah wilayah di Lebak yang sebelumnya terkena benacana alam. Tentu dalam rangka meringankan beban penderitaan mereka yang terkena bencana alam.

“Hal tersebut sebagai bentuk refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang dan kepedulian antarsesama,” kata Pupu.

Alangkah baik jika masyarakat banyak bersyukur karena telah diberikan karunia berupa umur panjang, kesehatan, dan kemurahan rezeki. Oleh karena itu, masyarakat hendaknya memperbanyak doa, zikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Khususnya berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara dari berbagai musibah dan ancaman bencana yang akhir-akhir ini sering menimpa bangsa Indonesia,” katanya

Dengan demikian, kata Pupu, Indonesia menjadi aman dan diselamatkan dari berbagai macam ujian, baik berupa bencana alam maupun hal-hal yang merujuk kepada disintegrasi bangsa.

“Kami harap imbauan ini dapat tersampaikan kepada masyarakat, karena ini merupakan bentuk kasih sayang kita kepada umat,” katanya.

(Ali/Red)