Beranda Bisnis Menyusuri Baduy, Berburu Durian Manis Langsung dari Kebun

Menyusuri Baduy, Berburu Durian Manis Langsung dari Kebun

Deretan buah durian dijajakan di salah satu runah warga Baduy Luar di Kampung Kaduketug, Kanekes, Lebak. (Sandi/bantennews)

LEBAK – Musim durian membawa alasan baru bagi wisatawan untuk melangkahkan kaki ke kawasan adat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Mereka tidak hanya datang untuk menikmati alam dan kehidupan masyarakat adat. Aroma durian matang kini ikut memanggil wisatawan masuk ke perkampungan Baduy.

Di rumah-rumah warga, buah berduri itu tersusun dan siap menggoda siapa saja yang melintas. Tahun ini, pohon-pohon durian di kawasan Baduy menghasilkan buah melimpah. Panen raya itu kemudian berubah menjadi magnet baru bagi wisatawan.

Ulpa, wisatawan asal Jakarta, datang bersama keluarganya dengan satu tujuan: mencicipi durian langsung dari Baduy.

“Saya sengaja datang bersama keluarga ke Baduy untuk berwisata menikmati suasana dan mencicipi durian asli Baduy,” kata Ulpa, Senin (24/8/2026).

Bagi Ulpa, durian Baduy menawarkan pengalaman yang tidak ia dapatkan saat membeli buah serupa di pasar. Ia menilai daging buah durian Baduy memiliki tekstur lembut dengan rasa manis dan legit.

“Rasanya sangat manis, tidak kalah dari jenis durian lainnya. Harganya juga murah. Lebih asyik beli dan makan durian langsung di Baduy, sensasinya berbeda,” ujarnya.

Di tengah suasana perkampungan dan bentang alam Baduy, wisatawan bisa memilih durian langsung dari tumpukan buah yang warga jajakan. Harga pun cukup beragam, mulai Rp20 ribu hingga Rp60 ribu per buah, tergantung ukuran.

Warga juga menawarkan paket durian Rp100 ribu. Dalam satu paket, pembeli bisa membawa pulang dua hingga empat buah.

Ato, warga Baduy, mengatakan musim ini membawa panen melimpah. Hampir seluruh pohon durian di kawasan Baduy menghasilkan buah. Kondisi itu memberi tambahan penghasilan bagi warga sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.

“Lumayan, tahun ini banjir durian. Buah yang melimpah ini menjadi magnet wisatawan untuk berburu durian,” kata Ato.

Baca Juga :  Yuk! Ngabuburit di Pantai Gope

Durian kini menambah daftar daya tarik Baduy. Wisatawan bisa menikmati alam dan kehidupan masyarakat adat, lalu duduk menyantap durian dengan rasa manis dan legit.

Panen melimpah juga membuka peluang pasar lebih luas bagi warga. Selain menjual durian kepada wisatawan yang datang langsung, warga memasok buah tersebut kepada pedagang di luar Kabupaten Lebak.

“Tahun ini omzet lumayan. Selain dijual di kawasan Baduy, warga juga menjualnya kepada penjual durian di luar Lebak untuk dijual lagi di lapak-lapak,” ujarnya.

Musim durian akhirnya memberi warna lain bagi perjalanan menuju Baduy. Bagi sebagian wisatawan, perjalanan ke kawasan adat itu kini bukan sekadar tentang menyusuri jalan setapak dan menikmati alam.

Mereka datang membawa selera, lalu pulang setelah menemukan manis legit durian langsung dari tanah Baduy.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd