KAB. SERANG — Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, turun langsung mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tirtayasa, Desa Alang-alang, Kecamatan Tirtayasa, setelah video ayam yang masih mengandung darah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Najib mengatakan, pihaknya melakukan inspeksi mendadak atas arahan Bupati Serang. SPPG tersebut melayani sekitar 2.800 penerima manfaat.
Dalam pengecekan itu, pihak sekolah dan pengelola SPPG mengakui adanya kesalahan dalam proses penyajian makanan. Pengelola juga mengakui beberapa porsi ayam keluar dari pengawasan quality control (QC).
“Kepala SPPG mengakui kesalahan. Ada beberapa porsi yang berada di luar kontrol QC,” kata Najib, Minggu (30/8/2026).
Menurut Najib, persoalan muncul saat proses pengolahan ayam. Setelah marinasi, petugas mengolah ayam sebelum menyajikannya kepada penerima manfaat.
Namun, sebagian ayam diduga belum mencapai tingkat kematangan sesuai standar.
Saat warga membuka bagian daging ayam, mereka menemukan bagian yang masih mengandung darah. Kondisi itulah yang kemudian memicu unggahan dan menyebar di media sosial.
Najib menegaskan, Pemkab Serang langsung meminta Puskesmas memantau kondisi para penerima manfaat selama tiga hari. Pemerintah juga menyiapkan pemeriksaan dan penanganan gratis jika ada siswa atau penerima manfaat yang menunjukkan gejala keracunan.
“Kalau memang ada yang terindikasi keracunan, Puskesmas segera turun tangan dan gratis,” ujarnya.
Namun hingga saat ini, pihaknya tidak menerima laporan adanya penerima manfaat yang mengalami keracunan. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan ayam belum matang hanya terjadi pada sebagian kecil porsi.
Meski begitu, Pemkab Serang meminta pengelola SPPG tidak menganggap persoalan tersebut sepele. Najib meminta pengelola memberikan teguran kepada juru masak dan memperketat pengawasan sebelum makanan keluar dari dapur.
“Pada saat masak harus ada quality control. Pastikan tingkat kematangan sesuai SOP,” tegasnya.
Pemkab Serang menilai pengawasan ketat menjadi kunci agar persoalan serupa tidak kembali muncul. Setiap porsi makanan harus melewati pemeriksaan sebelum masuk ke tangan siswa dan penerima manfaat.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Usman Temposo
