TANGERANG – Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menghabiskan hari terakhirnya dengan menjalankan tugas sebagai pejabat publik.
Pada Minggu (19/7/2026), ia tetap menghadiri agenda kedinasan, berinteraksi dengan masyarakat, hingga berdiskusi soal pembangunan Kota Tangerang sebelum akhirnya meninggal dunia pada malam harinya.
Bagi Rusdi Alam, hari libur bukan alasan untuk berhenti melayani masyarakat. Sejak pagi, ia membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Mental (Musrenbangtal) yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang.
Dalam kegiatan itu, ia menyapa warga dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Di sela kesibukannya, Rusdi juga menyempatkan diri berolahraga lari santai untuk menjaga kebugaran. Setelah pulang ke rumah dan bersiap menghadiri agenda berikutnya, ia tiba-tiba kolaps dan meninggal dunia.
Kepergian Rusdi Alam meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota (Pemkot).Tangerang, termasuk Wali Kota Tangerang, Sachrudin.
Usai menghadiri pemakaman di samping Masjid Al-Istiqomah, Kelurahan Poris Gaga, Senin (20/7/2026), Sachrudin mengenang Rusdi sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, dan memiliki komitmen kuat membangun Kota Tangerang.
“Hari ini kita kehilangan salah satu putra terbaik Kota Tangerang. Pak Haji Rusdi Alam merupakan kader terbaik yang memiliki komitmen tinggi membangun Kota Tangerang. Beliau menjadi teman berdiskusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan bagi masyarakat,” kata Sachrudin.
Sachrudin mengungkapkan, beberapa jam sebelum Rusdi meninggal dunia, keduanya masih bertemu dan berdiskusi mengenai masa depan Kota Tangerang, termasuk pembinaan generasi muda.
“Beberapa jam sebelum beliau meninggal, kami masih bertemu. Kami berbicara tentang Kota Tangerang, masyarakat, dan kaderisasi generasi muda. Itu menjadi momen yang sangat membekas bagi saya,” ujarnya.
Menurut Sachrudin, Rusdi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit maupun firasat sebelum meninggal dunia. Ia mengenal Rusdi sebagai pribadi yang tenang dan selalu mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.
“Beliau orang yang rendah hati, tidak pernah menunjukkan sikap emosional, dan selalu mencari solusi dalam setiap persoalan,” tuturnya.
Sachrudin juga menilai dedikasi Rusdi tidak hanya tertuju pada dunia politik. Almarhum aktif mendukung organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan di Kota Tangerang.
“Loyalitas dan dedikasinya sangat luar biasa. Beliau tidak hanya berjuang untuk partai, tetapi juga memberi perhatian besar kepada generasi muda, organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkannya dalam husnul khatimah,” ucapnya.
Ia berharap semangat pengabdian Rusdi Alam terus menginspirasi masyarakat Kota Tangerang.
“Beliau memang sudah meninggalkan kita, tetapi semoga seluruh kebaikannya tetap hidup dan menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus membangun Kota Tangerang,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Dwi Muksin Yulianto
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
