
SERANG – Pemerintah pusat mengklaim tingkat pengangguran terbuka di Indonesia kembali turun.
Namun, pemerintah masih menghadapi persoalan lain yaitu, kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil jauh lebih besar daripada jumlah peserta pelatihan yang tersedia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan klaim tersebut saat meresmikan Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa (1/9/2026).
Airlangga menyebut, tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen. Pada periode Februari-Maret, jumlah pekerja formal juga naik dari sekitar 59 juta menjadi 60 juta orang.
“Pemerintah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi sebagai bagian dari program strategis nasional sesuai arahan Presiden,” kata Airlangga.
Pemerintah menargetkan sekitar 220 ribu peserta mengikuti pelatihan vokasi setiap tahun. Program itu pemerintah dorong untuk mengejar kebutuhan industri yang terus berubah, terutama akibat digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan.
Airlangga juga menyebut realisasi investasi sudah menembus lebih dari Rp1.001 triliun, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 7,2 persen.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan digital terus meningkat. Pada 2025-2026, pemerintah memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai sekitar 406 ribu orang setiap tahun.
“Program vokasi ini penting untuk reskilling, terutama menghadapi revolusi industri 4.0, digitalisasi, dan perkembangan artificial intelligence,” ujarnya.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan persoalan lain dalam pelatihan vokasi. Industri membutuhkan lebih banyak tenaga kerja terampil, sementara kapasitas peserta pelatihan belum mampu mengejar kebutuhan tersebut.
Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, sebanyak 30 ribu orang mendaftar. Namun, proses seleksi hanya meloloskan 12 ribu peserta.
“Yang diterima merupakan peserta yang telah lolos seleksi. Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil masih jauh lebih besar,” kata Yassierli.
Peluncuran program tersebut turut melibatkan sekitar 12 ribu peserta dari berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia secara daring. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan sejumlah pimpinan daerah di Banten juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd