PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang resmi melakukan kerjasama sama pengiriman sampah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama kedua belah pihak pada Jumat (25/7/2025) kemarin di Ruang Anggrek Puspemkot Tangsel.
Pemkot Tangsel dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, Sekretaris Daerah Tangsel dan Bambang Noertjahtjo. Sedangkan dari Pemkab Pandeglang dihadiri oleh Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Ratu Tanti Darmasih.
Usai penandatanganan, Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengaku jika kerjasama tersebut melanjutkan kerjasama yang sebelumnya pernah dilakukan antara Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang.
Nantinya, Pemkot Tangsel akan membuang sampah sekitar 500 ton per hari ke TPA Bangkonol Pandeglang yang dimulai pada Agustus 2025 mendatang dan dilakukan selama 4 tahun sesuai dengan perjanjian yang tertuang di nota kerjasama.
Dalam kerjasama itu, Pemkab Pandeglang akan dibayar sebesar Rp250 ribu per ton sampah yang dibuang ke TPA Bangkonol sebagai tipping fee sekaligus kompensasi dampak negatif.
“Mudah-mudahan di akhir Agustus di minggu keempat itu bisa mulai beroperasi 500 ton perhari dan itu ke TPA Bangkonol yang ada di Kabupaten Pandeglang,” kata Ichsan, Minggu (27/7/2025).
Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengaku kerjasama ini dapat memberikan kebaikan bagi kedua wilayah. Bahkan, politisi demokrat ini pernah berbicara bahwa jika ada warga Pandeglang yang menolak kerjasama ini maka warga Pandeglang sama saja tidak ingin ada kemajuan bagi daerahnya.
“Kalau ada sekelompok orang yang menolak kerjasama sampah antara Tangerang Selatan dengan Pandeglang berarti itu sama dengan Pandeglang tidak ingin maju. Jangankan berlian, sampah pun ketika jadi cuan kami ambil,” tegas Iing.
Menurut Iing, kerjasama sampah dengan Tangsel merupakan salah satu cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang.
“Saya sering menyampaikan bahwa Pandeglang ingin ada kemajuan ingin ada kesejahteraan, kalau ingin maju dan sejahtera maka solusinya kita bisa meningkatkan fiskal kita, bisa meningkatkan pendapatan asli daerah kita dan salah satunya adalah kerjasama dengan Tangsel,” terangnya.
Ia juga mengaku jika kerjasama ini akan menyelamatkan TPA Bangkonol dari penutupan. Sebab, kata dia, Kementerian Lingkungan Hidup sudah pernah memperingatkan Pemkab Pandeglang jika TPA Bangkonol sudah tidak sesuai dengan ketentuan Kementerian LH.
“Kalau ada sekelompok orang yang menolak kerjasama dengan Tangsel sama saja tidak ingin Pandeglang maju, terus kalau ada orang yang menolak sama saja ingin TPA Bangkonol ingin ditutup karena TPA Bangkonol ini sudah ada peringatan dari Kementerian LH bahwa sudah tidak sesuai dengan ketentuan Kementerian LH karena masih open dumping belum ada pengelolaan sampah” tegasnya.
Penulis : Memed
Editor : Usman Temposo
