Beranda Opini Menerapkan Protokol Kesehatan Ketika Berbelanja

Menerapkan Protokol Kesehatan Ketika Berbelanja

578
0
Ilustrasi - foto istimewa detik.com

Oleh : Julia Ananada Putri W Mahasiswa Psikologi dari Universita Islam Indonesia

Ketika berbelanja ada beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Contohnya seperti menyediakan hand sanitizer, pengecekan suhu sebelum masuk ke tempat belanja, menyediakan tempat cuci tangan dan stiker untuk jaga jarak. Adanya protokol kesehatan, bertujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Namun, kenyataannya di lapangan ada masyarakat yang patuh terhadap protokol kesehatan dan ada juga yang mengabaikan protokol kesehatan yang sudah diterapkan.

Pada awal pandemi ini banyak masyarakat yang taat dengan protokol kesehatan, sehingga masyarakat banyak yang ke tempat perbelanjaan untuk menyetok di rumah. Banyak juga masyarakat yang berpola hidup yang sehat, seperti minum vitamin, memakan buah dan sayuran serta berolahraga. Sebagian masyarakat yang patuh dengan protokol kesehatan biasanya memiliki strata pendidikan yang lebih tinggi yang membuat mereka memiliki keyakinan bahwa Covid-19 tidak terlihat tetapi memiliki efek yang menyeramkan bagi tubuh.





Dengan begitu masyarakat memiliki kedisplinan bersama untuk bagaimana memutuskan pencegahan Covid-19 dan diharapkan pandemi berakhir. Ada juga masyarakat yang sadar dengan protokol kesehatan ini karena dipengaruhi oleh kerabat terdekat. Misalnya seperti terdapat kerabat terdekat yang terinfeksi oleh Covid-19, setelah itu kebanyakan orang tedekatnya pada sadar bahwa bahayanya Covid-19. Sehingga orang tersebut takut untuk berbelanja dan berpergian, jika ada kepentingan untuk berbelanja pastinya taat dengan protokol kesehatan.

Terdapat juga masyarakat yang tidak perduli dengan protokol kesehatan. Masyarakat kurang memiliki pemahaman tentang bahaya Covid-19, kurangnya pemahaman tentang protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dan manfaatnya protokol kesehatan. Masyarakat juga ada yang sudah bosan di rumah dan kurang produktif, sehingga kebanyakan masyarakat berpergian terutama ke pusat perbelanjaan. Banyak masyarakat ketika berpergian atau di pusat perbelanjaan tidak menggunakan masker dan tidak membawa hand sanitizer. Walaupun sudah disediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, terkadang masih ada masyarakat yang tidak memakai fasilitas yang disediakan.

Terdapat peraturan jaga jarak ketika di pusat perbelanjaan dan di tempat umum untuk mengurangi penyebaran Covid-19, tetapi banyak juga masyarakat yang mengabaikan peraturan ini. Ketika berbelanja banyak orang yang terkadang berkerumun, dan ketika mengantre untuk membayar banyak juga yang orang tidak mematuhi dan berdekatan satu sama lain.

Masyarakat yang tidak taat dengan protokol kesehatan ini salah satu sebabnya adalah tidak adanya sanksi kepada orang yang melanggar protokol kesehatan. Kebanyakan masyarakat juga sudah bosan atau sesak ketika menggunakan masker sehingga masyarakat tidak menggunakan masker.

Terkadang juga terdapat tempat pusat perbelanjaan yang tidak menyediakan fasilitas yang mendukung. Banyaknya masyarakat yang kurang peka terhadap peraturan protokol kesehatan yang diterapkan, salah satunya dalam menerapkan untuk menjaga jarak dan hal tersebut masih dianggap sepele oleh masyarakat.

Masyarakat masih merasa nyaman dan terbiasa dengan pola hidup yang lama, sehingga terkadang juga banyak masyarakat yang lupa membawa hand sanitizer, masker, jaga jarak serta pola hidup yang sehat. Tempat pusat perbelanjaan juga yang tidak membatasi pengunjung yang datang sehingga terjadi kepadatan di dalam pusat perbelanjaan.

(***)