Beranda Pendidikan Menengok Kokohnya Masjid Ratusan Tahun di Pandeglang

Menengok Kokohnya Masjid Ratusan Tahun di Pandeglang

Busro (kiri) sedang berbincang dengan salah satu warga Pandeglang yang berkunjung ke Masjid Baitul Arsy.

PANDEGLANG – Di Kabupaten Pandeglang tepatnya di Kampung Pasir Angin, Desa Pager Batu, Kecamatan Majasari terdapat salah satu masjid yang berusia tua yakni Masjid Baitul Asry. Bahkan, kata penduduk sekitar, masjid ini sudah berusia ratusan tahun.

Pengurus masjid, Busro memperkirakan sejak awal dibangun hingga saat ini diperkirakan usia masjid lebih dari 400 tahun. Uniknya lagi, sampai saat ini material bangunan di masjid tersebut masih tetap sama dengan semula. Hanya beberapa material yang memang sudah direnovasi.

Masjid yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu dengan ukuran 13 x 10 centi meter itu masih tetap terlihat kokoh. Meski, ia mengakui sejak 1945 sampai 2005 lalu terdapat beberapa material yang mengalami pergantian.





“Bangunan masjid ini menghadap langsung ke Gunung Karang. Dan masjid ini memiliki tiga pintu. Memang pada 1945, pernah dilakukan perbaikan atap masjid. Dan pada 2005 lalu, warga kampung bersepakat menambah bagian depan masjid agar bisa menampung jemaah lebih banyak lagi,” jelas Busro, Jumat (16/4/2021).

Pengurus masjid Busro.

Di kalangan masyarakat, masjid ini lebih dikenal dengan sebutan masjid kuno dibandingkan dengan nama Baitul Asry. Akan tetapi, dirinya tidak mengetahui secara pasti kapan masjid ini dibangun. Karena, ayahnya saja yang meninggal pada usia 120 tahun lalu tidak pernah mengetahui kapan didirikannya masjid tersebut.

Meski demikian, bangunan masjid yang hanya memiliki sepuluh tiang penyangga yang terbuat dari kayu, masih saja terlihat kokoh. Dimana, empat tiang terdapat di ruangan utama dan enam tiang terpasang di sisi bangunan.

“Selain warga lokal Pandeglang, ada juga dari luar kota yang berkunjung ke sini. Bahkan dari luar negeri pun sering ada yang berkunjung ke masjid ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelestarian Lingkungan dan Cagar Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pandeglang, Tateng Aji mengatakan hingga saat ini masjid Baitul Arsy masih belum ditetapkan sebagai cagar budaya karena tidak ada tim ahli untuk penelitian lebih dalam terkait masjid ini.

“Kalau masjid yang berada di Pasir Angin ini masih cagar budaya, belum ada ahli yang melakukan penelitian kembali. Ya kita harap masyarakat tetap menjaganya, jangan sampai diubah bentuknya,” ungkapnya.

Untuk menjaga dan melestarikan bangunan atau benda benda bersejarah, Dindikbud Kabupaten Pandeglang terus melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan mengajarkan pentingnya melestarikan cagar budaya di lingkungan sekolah.

“Kita selalu melakukan sosialisasi ke setiap sekolah agar selalu menjaga dan melestarikan cagar budaya,” tutupnya. (Med/Red)