Beranda Sosial dan Budaya Memprihatinkan, Puluhan Tahun Mak Asmenah Tinggal di Rumah Reyot

Memprihatinkan, Puluhan Tahun Mak Asmenah Tinggal di Rumah Reyot

540
0
Mak Asmenah saat berada di salah satu sudut rumah panggungnya.(Mir/BantenNews.co.id)

SERANG – Tinggal puluhan tahun di rumah panggung tak layak huni membuat Mak Asmenah, warga Kampung Asem, Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, hidup dalam kondisi yang serba memperihatinkan. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja, janda 73 tahun itu terpaksa menunggu uluran tangan warga sekitar.

Yang membuat makin miris, Asmenah harus hidup di rumah berukuran  10 x 4 meter dimana dari tiga ruangan hanya satu yang bisa ditempati. Bahkan rumah tersebut nyaris ambruk.

Di sisi kiri rumah, satu balok kayu dan bambu dipasang sebagai penyangga. Pasalnya, rumah tersebut sudah miring dan hampir ambruk.

Kamar dan dapur juga sudah rusak parah. Tidak ada lagi bilik bambu dan atap yang menghalangi hujan atau teriknya panas matahari.

Kepada awak media, Mak Asmenah mengaku merasa khawatir dengan kondisi rumahnya kini. Pasalnya rumah peninggalan orang tua dan suaminya itu sewaktu-waktu bisa saja ambruk.

“Sendiri aja disini. Udah lama (tinggal) ada puluhan tahun. Warisan dari orang tua hak milik kalau direhab gak masalah,” kata Asmenah, Selasa (7/7/2020).

Mak Asmenah mengaku tidak memiliki uang untuk memperbaiki rumahnya, jangankan untuk membangun rumah, kebutuhan makan sehari-hari pun dia menunggu uluran tangan dari anak dan tetangga karena sudah tidak mampu bekerja.

Namun anaknya, yang kini tinggal bersama suaminya, tidak bisa banyak membantu karena secara ekonomi juga pas-pasan, sehingga dia memilih tetap bertahan di rumahnya meski mengancam keselamatan.

“Kalau hujan air pasti masuk ke dalam semua. Kalau hujan ya nginep di rumah anak,” katanya.

Hingga saat ini, pihaknya belum pernah menerima bantuan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kabupaten Serang. Padahal, pegawai kecamatan hingga desa kerap datang hanya sekedar mengambil foto kondisi rumah.

“Difoto-foto doang sama pagawai (desa) cuma gak dibangun-bangun,” katanya.

(Mir/Red)