Beranda Komunitas Membedakan Hard News dan Feature Secara Sederhana

Membedakan Hard News dan Feature Secara Sederhana

Ilustrasi Menulis.

Berita merupakan salah satu sumber informasi untuk mengetahui lebih banyak persitiwa dan isu hangat di sekitar kita. Dari berita inilah kita lebih memahami apa yang sedang terjadi, bagaimana mengambil sudut pandang kritis, membuat rencana hingga mengambil keputusan penting mengenai satu hal.

Tanpa adanya informasi yang memadai, seringkali seseorang mengambil keputusan dan sikap yang kurang tepat, tergoda pendapat umum yang dangkal, tergesa-gesa dan pada akhirnya bisa berdampak merugikan bagi orang yang bersangkutan.

Dari beberapa sumber informasi berita itu ada yang bersifat langsung pada pokok informasi dan menyajikan data tambahan, ada pula yang menggunakan teknik persuasif dengan suasana akrab gaya bercerita seorang kawan.

Dari situlah kemudian ada perbedaan antara hard news dan feature. Kedua jenis berita ini menggunakan pendekatan yang berbeda. Berikut perbandingannya:

Hard News (Berita Keras)

Secara sederhana hardnews memuat informasi penting dan aktual (terbaru), seperti peristiwa politik, bencana alam, ekonomi, dan kriminalitas.

Dari sisi struktur hard news disusun dengan struktur piramida terbalik, informasi paling penting ditulis di awal paragraf untuk menarik fokus pembaca.

Sedangkan hard news lebih ditujukan untuk menyampaikan informasi penting kepada pembaca secara cepat dan jelas. Contohnya laporan mengenai serangan Israel terhadap Palestina, persiapan Pilkada 2024 dan isu koalisi partai politik presiden terpilih.

Feature

Featrue berbeda. Featrure biasanya berfokus pada cerita manusia, human interest, atau isu sosial yang dibahas lebih rinci dan mendalam. Bisa juga membahas mengenai tren gaya hidup, hiburan, atau personaliti.

Feature memiliki struktur tidak terpaku pada piramida terbalik, informasi disusun dengan menarik pembaca. Misalnya bisa membuka dengan deskripsi ruang dan waktu, atau membukanya dengan adagium atau ungkapan manarik.

Tujuan feature selain memberikan informasi, feature juga bertujuan menghibur atau menginspirasi pembaca. Seringkali feature juga disebut jurnalisme sastrawi karena mengandung nilai keindahan bahasa sastra. Membaca feature lebih mirip dengan membaca cerpen. Bedanya, cerpen bersandar pada fiksionalitas sedangkan feature tetap berlandaskan pada faktualitas persitiwa dan tokoh/subjek di dalamnya.

Feature mengenai perjalanan karir seorang pemulung hingga menjadi bos limbah atau tukang sol sepatu berjuang ke tanah suci menjadi kisah yang pas jika ditulis dengan gaya feature ini. Bisa juga kisah seorang pembantu rumah tangga yang loncat dari lantai empat rumah majikan karena tak tahan dengan tekanan.

Singkatnya, hard news berfokus pada “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana” atau dalam istilah jurnalistik 5W+1H yang bersumber dari sebuah peristiwa aktual. Sementara feature lebih dalam mengelaborasi “mengapa” dan “bagaimana” di balik sebuah peristiwa atau isu, dikemas dengan menarik untuk pembaca. (Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News