Beranda Opini Membangun Asa dengan Berpikir Positif Ditengah Pandemi Covid-19

Membangun Asa dengan Berpikir Positif Ditengah Pandemi Covid-19

341
0
Sapto Hadi Imambachri BSc., MM, Dosen Fakultas Ekonomi- Universitas Pamulang

Oleh : Sapto Hadi Imambachri BSc., MM, Dosen Fakultas Ekonomi- Universitas Pamulang

Masa Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi tatatanan kehidupan manusia yang menimbulkan pergeseran, baik dari segi budaya, dunia pendidikan maupun bagaimana menjalankan usaha. Banyak sekali pengusaha maupun karyawan yang kehilangan pekerjaan pada saat pandemi sehingga menimbulkan dampak sosial di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Penulis mengamati bahwa dibalik suatu kejadian besar akan selalu ada kesempatan atau peluang untuk mengembangkan usaha seperti perdagangan melalui internet berkembang pesat, demikian juga pada dunia pendidikan banyak sekali seminar- seminar dilakukan memlalui internet serta pelaksanaan pengajaran bagi sekolah maupun pada Universitas dilaksanakan melalui internet.



Sebenarnya kalau kita melihat lebih jauh maka manusia memang sudah ditakdirkan agar dapat memenuhi Kebutuhan batin kita (makanan, persahabatan, pertumbuhan) dan kognisi (pengetahuan dan pemikiran) yang mengarah pada berbagai macam perilaku. Dengan asumsi bahwa perilaku ini cocok, yang kemudian dapat menghasilkan penghargaan. Pada gilirannya, penghargaan membantu memperkuat perilaku kita untukmemenuhi kebutuhan, Hal yang penting untuk menunjang semua itu adalah terus berperilaku positif dan terus memupuk harapan.

Apa itu Harapan?

Harapan adalah motivasi untuk bertahan menuju tujuan atau keadaan akhir. Harapan melibatkan aktivitas, sikap dapat melakukan dan keyakinan bahwa kita memiliki jalan menuju hasil yang kita inginkan. Harapan adalah kemauan untuk berubah dan cara-kekuatan untuk mewujudkan perubahan itu, sedangkan motivasi adalah kekuatan yang memberi energi, atau memberi arahan pada, perilaku.

Teori harapan berpendapat bahwa ketika memutuskan untuk melakukan sebuah tindakan maupun sebuah usaha maka kita akan berusaha untuk dapat merealisasikan mimpi kita, seperti dijelaskan dalam teori valensi mengatakan bahwa seseorang yang berharap untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dalam hidupnya , maka mereka akan fokus untuk mencapainya.

Bagaimana Membangun Harapan?

Kabar baiknya: sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dari Harvard’s “Human Flourishing Program” di mana para peneliti meneliti dampak harapan pada hampir 13.000 orang dengan usia rata-rata 66 tahun menemukan bahwa mereka yang memiliki lebih banyak harapan sepanjang hidupnya memiliki kesehatan fisik yang lebih baik, perilaku kesehatan yang lebih baik, dukungan sosial yang lebih baik dan umur yang lebih panjang. Harapan juga menyebabkan lebih sedikit masalah kesehatan kronis, depresi berkurang, kecemasan berkurang dan risiko kanker lebih rendah.

Keberhasilan yang dibangun dari harapan banyak dipengaruhi oleh energy dalam diri kita, karena energy adalah sumber kehidupan bagi seluruh kehidupan yang ada didunia. Pancaran Energi yang kuat dalam diri seseorang akan menghasilkan kesehatan yang baik serta menarik hal- hal positif terhadap dirinya. Energi yang kuat biasanya didapatkan bila seseorang mempunyai spiritual yang kuat yang menghasikan kedamaian karena rasa damai akan meningkatkan hormon endorphin dalam diri kita yang menjaga dan memperbaiki kualitas hidup kita sehingga meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat membantu menangkal covid-19.

Sebaliknyanya rasa marah, cemas, dengki secara terus menerus akan menghasilkan hormon adrenalin dan akan memberikan pengaruh destruktif yang mengubah keseimbangan energy dalam hidup kita. Sehingga hal tersebut akan merupakan sumber dari kelemahan daya tahan tubuh dan dapat berakhir menjadi penyakit .

Menurut Profesor David Hawkin seorang psikiater yang melakukan penelitian mengenai ini dalam bukunya yang berjudul Power versus Force mengatakan bahwa Rasa malu,rasa bersalah, rasa sedih, marah akan menghasilkan energy yang rendah yang berkisar antara 1020 sampai dengan 10150 coba kita bandingkankan dengan energy yang dihasilkan oleh keberanian, kemauan, cinta, berfikir yang mempunyai energy 10100 sampai dengan 10700, ini menjawab pertanyaan bahwa seseorang yang tenang, damai tetapi mempunyai kemauan dan spiritual yang baik akan lebih mudah untuk mencapai tujuan hidupnya.

Dengan mempunyai harapan maka hidup akan terus menarik dan meghasilkan hal –hal yang bersifat positif dan dengan terus mengembangkan asa, hidup akan lebih antusias serta kesehatan akan terus terjaga. Terlepas dari seberapa keras kita berusaha, kita tidak dapat menghilangkan ancaman terhadap harapan. Hal buruk dapat saja terjadi. Tetapi dikarenakan ada tujuan akhir dari harapan yang terus-menerus , hal ini akan membuat Kita menjadi lebih sehat dan hubungan kita lebih bahagia. Kita dapat mewujudkan harapan itu dengan terus menjaga kemauan kita, memperkuat ketekunan kita, menemukan jalan menuju tujuan dan impian kita.

(***)