Beranda Kesehatan Mayoritas Warga Binaan Rutan Pandeglang Terjangkit Penyakit Gatal

Mayoritas Warga Binaan Rutan Pandeglang Terjangkit Penyakit Gatal

Warga binaan Rutan Kelas IIB Pandeglang sedang memeriksa kesehatan mereka

PANDEGLANG – Sebanyak 54 persen warga binaan yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pandeglang mengalami penyakit gatal-gatal atau Scabies yang diakibatkan dari kutu yang menempel di pakaian dan tempat tidur warga binaan.

Untuk mencegah penyakit tersebut menulari warga binaan lain, petugas kesehatan Rutan Pandeglang melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada warga binaan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan bahwa sekitar 54 persen warga binaan terjangkit penyakit Scabies.

Dokter Klinik Rutan Kelas IIB Pandeglang, dr. Elaine Ariadne Lase mengatakan, kegiatan pemeriksaan dan pengobatan kepada warga binaan merupakan program pemberantasan gatal-gatal dengan melakukan pengobatan baik kepada yang sudah terjangkit ataupun yang belum.

“Baik yang gatel ataupun yang tidak mereka semuanya pakai krim khusus mematikan tungau dan kutu Scabies. Selain pengobatan kami juga memberikan penyuluhan kesehatan bagaimana supaya ini tidak terulang lagi,” kata Elaine, Kamis (18/8/2022).

Dirinya mengakui bahwa penyakit ini sudah terjadi sejak lama dan sulit dihilangkan lantaran warga binaan yang terjangkit masih kontak langsung dengan warga binaan yang sehat. Hak itu lantaran kurangnya fasilitas kamar untuk memisahkan warga binaan yang terjangkit dengan yang tidak.

“Kalau pemisahan tempat dikarenakan keterbatasan kamar disini, jadi tidak bisa dilakukan. Alhasil, selama bertahun-tahun Scabies ini sudah jadi wabah berkepanjangan. Oleh karena itu saya melakukan program ini untuk serempak diobati agar harapannya steril dari penyakit ini,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Pandeglang, Sudrajat menambahkan, kemungkinan salah satu penyebab banyaknya warga binaan yang mengalami penyakit gatal-gatal karena pola hidup yang kurang sehat.

“Mungkin dari sanitasi atau gaya hidup mereka, dengan berapa ratusan orang dan dengan air yang terbatas bisa saja jarang mandi sehingga itu jadi penyakit klasik dari dulu yang susah hilang,” tambahnya.

(Med/Red)