SERANG- Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Provinsi Banten berlangsung relatif lengang. Tidak tampak aksi rutin yang biasanya digelar serikat buruh setiap tahun.
Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Provinsi Banten, Dedi Sudrajat, mengatakan beberapa pemerintah daerah kini mengedepankan pendekatan dialogis dalam menampung aspirasi pekerja.
Cara ini ditempuh katanya, agar buruh menyampaikan tuntutan melalui forum komunikasi, bukan aksi jalanan. Ia menilai perubahan pola tersebut sebagai perkembangan positif.
Selama ini, kata dia, peringatan May Day identik dengan aksi turun ke jalan. Namun kini pemerintah mulai membuka ruang dialog yang dinilai lebih konstruktif.
“Ini sesuatu yang berbeda dan patut diapresiasi. Biasanya buruh turun ke jalan, sekarang ada ruang dialog langsung dengan pemerintah. Ini menunjukkan kemauan untuk mendengar aspirasi pekerja,” kata Dedi, Jumat (1/5/2026).
Menurut dia, pendekatan dialogis tidak hanya membuat suasana lebih aman dan tertib, tetapi juga meningkatkan efektivitas penyampaian tuntutan. Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kebijakan konkret, terutama terkait perlindungan tenaga kerja dan kepastian regulasi.
Presiden Serikat Pekerja Metal Indonesia, Riden Hatam Aziz, menyebut isu utama yang diusung buruh tahun ini adalah percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Ia mengatakan, momentum May Day dimanfaatkan untuk mendorong pemerintah dan DPR segera menuntaskan regulasi tersebut. Menurut Riden, putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024 telah memberikan tenggat dua tahun bagi pemerintah dan DPR untuk menyelesaikan RUU Ketenagakerjaan.
Dengan batas waktu hingga Oktober 2026, ia menilai pembahasan masih memiliki ruang, namun perlu dipercepat agar memberikan kepastian hukum bagi pekerja.
“Fokus kami sekarang bagaimana RUU Ketenagakerjaan segera disahkan. Itu lebih penting daripada sekadar aksi,” ujarnya.
Diketahui, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia bersama Partai Buruh menggelar peringatan May Day di Monas hari ini. Namun, kegiatan tersebut tidak berupa aksi penyampaian tuntutan, melainkan perayaan yang menghadirkan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, sejumlah organisasi serikat pekerja memilih tidak ikut serta dalam perayaan May Day 2026 di Monas bersama pemerintah. Kelompok yang menolak tersebut tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan menggelar aksi di Gedung DPR RI.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman
