Beranda Pemerintahan Masuki Kemarau, BPBD Lebak Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran

Masuki Kemarau, BPBD Lebak Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran

Ilustrasi - foto istimewa beritacenter.com

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadan kebakaran sehubungan akan memasuki musim kemarau pada awal April 2019.

“Kita menerima laporan dari BMKG, yang memprakirakan April mendatang memasuki musim kemarau,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Jumat (28/3/2019).

Masyarakat diminta waspada kebakaran sehubungan memasuki musim kemarau, di antaranya dengan melakukan pemeriksaan jaringan kabel listrik.

“Kebanyakan kebakaran yang menimpa permukiman warga akibat korsleting (hubungan pendek) arus pendek listrik hingga menyebabkan terjadi percikan api. Apabila, bangunan rumah terbuat dari kayu cukup mudah menimbulkan kebakaran,” katanya dikutip dari AntaraNews.com.

Begitu juga pada masyarakat Baduy, katanya, jika sudah memasak makanan agar dimatikan bara api yang ada dalam tungku.

Sebab, kebanyakan kebakaran di Baduy akibat bara api tidak dimatikan dan di atas tungku terdapat kayu bakar, sehingga kayu bakar mengeluarkan percikan api.

Untuk itu, masyarakat Baduy diminta tidak menyimpan kayu bakar di atas tungku yang ada bara api.

“Kami minta warga Baduy jika pergi ke ladang huma agar melihat tungku dan jika ada bara api maka dimatikan guna menghindari kebakaran,” katanya.

Ia juga mengatakan masyarakat jika berpergian ke kawasan hutan agar tidak membuang puntung rokok maupun membakar rerumputan yang mengalami kekeringan karena khawatir menimbulkan kebakaran hutan.

Selama ini, Kabupaten Lebak memiliki kawasan hutan di antaranya, hutan produksi, hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan hutan adat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, memiliki tanggung jawab mencegah terjadinya kebakaran kawasan hutan, karena kebakaran akan merusak ekosistem dan akan berdampak pada lingkungan yang juga menjadi habitat satwa binatang yang dilindungi.

“Kami minta warga memasuki musim kemarau tidak buang puntung rokok dan membakar rerumputan karena khawatir menimbulkan kebakaran hutan,” demikian Kaprawi. (Red)