Beranda Sosial dan Budaya Masjid Agung Serang Rencananya Dibangun di Alun-alun Barat

Masjid Agung Serang Rencananya Dibangun di Alun-alun Barat

Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan Wakil Walikota Sulhi secara simbolis meletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Kota Serang. (Ade/bantennews)

SERANG – Peletakkan batu pertama rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang resmi dilakukan Pemkot Serang di Alun-Alun Barat Kota Serang, Kamis(13/9/2018). Walikota Serang Tb Haerul Jaman mendapat giliran pertama, yang kemudian diikuti oleh Ketua MUI Kota Serang KH. Mahmudi, Kapolres Serang Kota dan sejumlah tokoh ulama dan masyarakat di Kota Serang.

Tb Haerul Jaman menyampaikan bahwa rencana pembangunan Masjid Kota Serang sudah lama, namun terus terkendala karena ada beberapa program Pemkot Serang yang mendesak seperti infrastruktur, kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

“Ini kan baru rencana pembangunan, jadi sah-sah aja tidak menyalahi aturan. Semoga saja pemerintah yang baru bisa melanjutkan rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang,” ujarnya usai acara.

Jaman menegaskan bahwa pembangunan Masjid Kota Serang berdasarkan aspirasi dari sejumlah tokoh ulama dan masyarakat di Kota Serang. Pemilihan lokasi di Alun-Alun Barat juga atas masukan dari para tokoh agama dan masyarakat. “Maka dari itu Pemkot Serang menginisiasi agar aspirasi masyarakat Kota Serang untuk memiliki Masjid Agung sendiri. Dan ini akan jadi ikon dan kebanggaan warga Kota Serang nantinya,” ucapnya.

Ketua MUI Kota Serang KH Mahmudi mengapresiasi rencana Pemkot Serang untuk memiliki Masjid Agung Kota Serang. Ia berharap pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-Alun Barat Kota Serang dapat berjalan lancar. “Semoga ke depan dengan adanya Masjid Agung Kota Serang di Alun-Alun Barat dapat bisa meminimalisir aktifitas prilaku negatif yang terjadi di alun-alun ini,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu menurut Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Popy Nopriadi kepada awak media, peletakkan batu pertama ini hanya simbol dan pemberitahuan saja kepada masyarakat bahwa akan dibangun masjid  di lokasi tersebut. Akan tetapi, saat ditanyakan terkait studi kelayakan akan rencana pembangunan tersebut, Popy berkilah bahwa untuk hari ini hanya kegiatan simbolik saja, belum sampai lebih detail tentang rencana pembangunannya.

“Saya tidak mau terlalu berpolemik dulu terkait hal tersebut, yang penting kegiatannya akan lancar. Acara ini kan hanya peletakan batu pertama saja dalam kerangka pembangunan,” ujarnya.

Ia berdalih, kegiatan ini tidak melanggar aturan walaupun studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED) masih dalam proses. “Yang melanggar itu jika belum ada FS dan DED, sudah dibangun. FS dan DED nya sedang dibuat, peletakkan ini hanya sebagai penanda saja akan dibangun masjid agung,” lanjutnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, terdapat pula beberapa penolakkan dari elemen masyarakat. Hal ini dikarenakan, ada kekhawatiran hilangnya ruang terbuka hijau dan dampak kemacetan lalu lintas dengan dibangunnya masjid di alun-alun tersebut.

“Ini yang harus dipahami oleh masyarakat, untuk pembangunan masjid ini tidak akan menghilangkan hak masyarakat atas ruang terbuka hijau, tetap akan ada, namun dipusatkan di alun-alun timur, kalau kemacetan nanti kan akan ada parkir di basement sehingga lebih rapi,” terangnya.

Sedangkan terkait pertanyaan tidak adanya rencana pembangunan masjid agung dalam RPJMD, Popy menjelaskan bahwa hal ini untuk mendukung visi Kota Serang sebagai kota madani. Sehingga diperlukan ada simbol yang menunjukkan religiusitasnya. Sedangkan untuk penentuan lokasi, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan fasilitasi dari Pemkot Serang atas masukan-masukan dari masyarakat.

“Selain itu juga kita sudah menunggu 11 tahun untuk pembangunan masjid agung ini. Masa kita sebagai ibukota provinsi tidak memiliki masjid agung,” katanya. (Dhe/Red)