Beranda Hukum Mahasiswa yang Dibanting Polisi di Tangerang Ternyata Dalam Proses Pengobatan

Mahasiswa yang Dibanting Polisi di Tangerang Ternyata Dalam Proses Pengobatan

MFA, mahasiswa yang jadi korban kekerasan polisi dirawat di rumah sakit. (IST)

SERANG – Fariz, mahasiswa UIN Banten yang dibanting oknum polisi pada demonstrasi HUT Kabupaten Tangerang ternyata dalam proses pengobatan atas penyakit tertentu. Kondisi tersebut disampaikan oleh pihak medis RS Ciputra Tangerang.

“Cuma yang perlu dipastikan karena sedang pengobatan juga, itu memang perlu dicek ulang. Tapi kondisi yang kedaruratan tidak ada,” kata salah satu dokter di rumah sakit tersebut.

Korban sendiri masih mengaku nyeri pada bagian pundak, leher dan kepala karena dibanting polisi. Tensi darah Fariz sendiri mencapai 170/60 60 mmHg. Pihak medis sendiri akan terus memantau perkembangan kesehatan korban.

“Cuma itu tadi karena beliau sedang ada pengobatan juga perlu dipastikan jika ada rencana check up.”

Bupati Tangerang Zaki Iskandar menyatakan korban memang memiliki penyakit comorbid (penyerta). “Kami sepakat membawa Fariz ke Citra Hospital untuk pemeriksaan menyeluruh, termasuk comorbidnya,” ujar Zaki.

Baca : Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo Kini Dirawat di Rumah Sakit

Sebelumnya, MFA (21), seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten yang mengalami insiden kekerasan saat aksi di gedung Bupati Tangerang pada Rabu (14/10/2021) kemarin, kini kondisinya semakin memburuk.

“Pundak, leher kayak gak bisa digerakkin. Sama kepala agak kliyengan (pusing). Sama tadi pagi tuh, sedikit muntah-muntah sama engab (sulit napas),” kata MFA, dalam rekaman yang diterima BantenNews.co.id, Kamis (14/10/2021).

(You/Ihy/Red)