Beranda Kampus Mahasiswa Untirta Tembus Google Student Ambassador, Dorong Literasi Teknologi di Kampus

Mahasiswa Untirta Tembus Google Student Ambassador, Dorong Literasi Teknologi di Kampus

Mahasiswa Untirta Jurusan Perbankan dan Keuangan, Muhammad Wira Pratama. (Istimewa)

SERANG – Muhammad Wira Pratama memulai semuanya dari rasa penasaran. Di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), mahasiswa FEB Untirta ini tidak ingin sekadar jadi penonton.

Ia belajar, mencari, dan mencoba—hingga akhirnya namanya masuk dalam daftar Google Student Ambassador (GSA) 2026.

Program ini tidak main-main. Lebih dari 20 ribu mahasiswa mendaftar, hanya sekitar 2.000 yang lolos. Wira, mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan Untirta, jadi salah satunya.

Bagi Wira, pencapaian ini bukan sekadar prestasi. Ia melihat kesenjangan: banyak mahasiswa memakai teknologi, tapi belum benar-benar memanfaatkannya.

“Saya ingin teman-teman kampus tidak hanya pakai teknologi, tapi paham dan bisa mengoptimalkan untuk berkembang,” ujarnya.

Perjalanannya tidak instan. Wira menggali informasi dari Google for Education, mengikuti komunitas teknologi, dan melatih diri lewat berbagai program pengembangan.

Ia membangun kemampuan komunikasi, personal branding, hingga cara menyampaikan ide.

Seleksi GSA menuntut lebih dari nilai akademik. Wira melewati tahap administrasi, membuat video kreatif, lalu menghadapi wawancara mendalam. Ia menawarkan gagasan sederhana tapi kuat: membawa teknologi lebih dekat ke kehidupan kampus.

Kampus ikut memberi ruang. Program Studi D3 Perbankan memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk bereksperimen dan mengaitkan dunia keuangan dengan teknologi digital.

“Dukungan itu penting. Saya jadi lebih percaya diri untuk berkembang,” katanya.

Kini, Wira membawa misi yang lebih besar. Ia ingin mendorong literasi teknologi di lingkungan Untirta—mengajak mahasiswa lebih produktif, adaptif, dan berani berinovasi di era digital.

Di luar dunia akademik, Wira juga aktif membangun diri. Ia meraih Runner Up 1 Kang Kota Serang 2025 dan bersiap melangkah ke ajang Kang Nong Banten 2026.

Namun, bagi Wira, inti dari semua ini tetap sederhana yaitu berani mencoba.

Baca Juga :  Minta Kejelasan BOSDA 2021, FKSS Datangi Dindikbud Banten

“Gagal itu bagian dari proses. Jangan berhenti belajar, karena peluang selalu ada,” ucapnya.

Langkah kecil dari rasa ingin tahu kini berubah jadi gerakan. Dari satu mahasiswa, menuju perubahan di kampus.(***)