Beranda Pendidikan Minta Kejelasan BOSDA 2021, FKSS Datangi Dindikbud Banten

Minta Kejelasan BOSDA 2021, FKSS Datangi Dindikbud Banten

FKSS Banten audiensi dengan Dindikbud Provinsi Banten. (Iyus/Bantennews)

SERANG – Sejumlah kepala sekolah swasta yang tergabung dalam Forum Kepala Sekokah Swasta (FKSS) Provinsi Banten melakukan aksi damai dan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Senin (17/1/2022). Aksi itu untuk meminta penjelasan Dindikbud Banten terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) 2021 lalu yang tidak kunjung cair.

Berdasarkan informasi, aksi damai dimulai dengan malakukan istigasah di Masjid Raya Al Bantani sekira pukul 11.00 WIB. Usai istigasah, rombongan FKSS langsung beraudiensi dengan Dindikbud Provinsi Banten.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FK2SMK) Banten Ahmad Ali Subhan mengatakan, pihaknya meminta kejelasan terkait BOSDA 2021 yang tak kunjung cair lantaran ada masalah administrasi.

“Kendalanya (tahun lalu) mekanisme administrasi yang memang tidak bisa ditempuh karena aturan baru, terkait Pergub 15 tahun 2019 terkait mekanisme e-hibah. Nah kita minta kejalasannya, dan minta jaminannya bagimana?,” kata Ali saat ditemui usai audiensi.

Ali mengungkapkan, tak cairnya anggaran BOSDA 2021 sangat berdampak besar bagi operasional sekolah. “Dampaknya besar, termasuk terbengkalainya honor-honor sebagian guru, pembelian media pembelajaran yang terhambat. Termasuk subsidi bagi para siswa yang nilainya Rp250 ribu per siswa,” ungkap Ali.

Mengenai audiensi dengan Dindikbud Provinsi Banten, Ali berharap dapat segera menemui titik terang. “Beliau (Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani) sudah menjamin (BOSDA) 2022 sudah masuk anggaran (APBD 2022) dan (pencairan BOSDA) 2021 akan diupayakan. Jaminan terakhir Kepala Dinas mengatakan kita akan mengirimkan surat Febuari itu mungkin,” ujarnya.

Dirinya mengaku, pihaknya juga akan mengawal proses input e-hibah dan pencairan BOSDA 2021. “Kalau e-hibah (diharapkan awal) tahun 2022 harus sudah diinput. Kita juga kawal (pencairan BOSDA) 2021 untuk katanya bisa dicairkan di 2022. Ini kita akan kawal, karena butuh sinergitas apa yang bisa kita bantu di forum kita akan bantu,” tandasnya. (Mir/Red)