Beranda Pendidikan Mahasiswa Unsera Raih Runner Up pada Ajang Kompetisi Esay Nasional

Mahasiswa Unsera Raih Runner Up pada Ajang Kompetisi Esay Nasional

Kurnia Al Fandi Mahasiswa Unsera semester 7 jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Poitik dan Hukum telah meraih juara 2 pada ajang National Essay Competition (INTEC) 2019

SERANG – Kurnia Al Fandi Mahasiswa Unsera semester 7 jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Poitik dan Hukum telah meraih juara 2 pada ajang National Essay Competition (INTEC) 2019. Untuk meraihnya, Kurnia harus bersaing melawan 23 peserta dari kampus favorit di 7 Provinsi se Indonesia.

Kegiatan yang bertema Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Era Industri 4.0 dengan sub tema Agrokompleks, Kesehatan, Edukasi/Pendidikan, Layanan dan Fasilitas Publik dan Smart Factory diselenggarakan Institute Of Ellectrical and Electronic (IEEE) UB Student Branch Universitas Brawijaya pada 20-22 September 2019 lalu.
Kurnia Al Fandi meraih juara 2 dengan gagasannya mengenai MOBILE MUSEUM atau Museum keliling berbasis teknologi.

Ia menjelaskan gagasan Mobile Museum ini dibuat sejak Agustus 2018 dan baru rampung atau pematangan konsep 1 bulan yang lalu.

“Berawal dari kesukaan saya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan sejarah, terkhusus museum. Walaupun bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh. Saya bertekad untuk mewujudkan gagasan “Mobile Museum”,” jelas Kurnia, Rabu (25/9/2019).

Dikatakan Kurnia, saat ini masyarakat masih jarang bahkan belum pernah menikmati fasilitas kekayaan informasi mengenai sejarah dan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Hal tersebut yang mendasarinya mengangkat gagasan essay yang berjudul Mobile Museum: Museum Keliling Berbasis Teknologi.

“Memang, sebelumnya tak terpikirkan untuk melombakan gagasan ini, karena tujuan saya saat itu adalah karena banyaknya masyarakat, pelajar dan anak-anak di pedesaan terutama di wilayah Kota Serang maupun Banten, sangat jarang menikmati fasilitas publik seperti museum ini. Padahal sejatinya, museum merupakan pusat pendidikan sejarah dan juga tempat penyimpanan artefak budaya nasional. Selain juga, museum yang sering dianggap tempat yang menyeramkan dan tidak menawarkan kesenangan serta keasyikan (joy and pleasure),” ujarnya.

Kemudian, benda-benda museum yang mudah rusak juga merupakan salah satu alasan kenapa mobile museum ini digagas. Dengan berbagai alasan tersebut, maka diharapkan mobile museum ini menjadi jawaban atas permasalahan-permasalahan tersebut. Ini bukti bahwa UNSERA mampu berkompetisi dengan Universitas besar lainnya.

Ia berharap pemerintah daerah mengapresiasi karyanya. untuk menjawab permasalahan masyarakat. Dan ia berharap bisa terus berkontribusi untuk kemajuan UNSERA dan Provinsi Banten.

“Saya harap pemerintah kota maupun provinsi untuk segera membantu merealisasikan gagasan ini. Karena sebuah gagasan yang berawal dari imajinasi dan mimpi akan terbuang percuma kalau tidak dibarengi dengan sinergi dan upaya untuk mewujudkan ide ini. Semoga ini bisa dibaca oleh bapak Walikota Serang dan Gubernur Banten,” ujarnya.

Berikut urutan juara pada ajang kompetisi essay nasional tersebut Juara 1 Universitas Brawijaya, Juara 2 Universitas Serang Raya, Juara 3 Institut Teknologi Bandung, Best Innovation: Universitas Udayana Bali, Best Paper: Universitas Dian Nuswantoro. (Dhe/Red)