Beranda Pendidikan Mahasiswa STKIP Setia Budhi Kunjungi Heritage Rutan Rangkasbitung

Mahasiswa STKIP Setia Budhi Kunjungi Heritage Rutan Rangkasbitung

339
0
Sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak

LEBAK – Sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Negara Klas IIB Rangkasbitung, Sabtu (7/09/2019).

Mahasiswa dalam kunjungan Program Studi Sejarah STKIP Setia Budhi ini berjumlah 26 Orang dan diterima oleh Kesatuan Pengamanan Rutan dan Kasubsi Pelayanan Tahanan di Ruang Aula Pembinaan dr. Saharjo.

Kunjungan tersebut dalam rangka melihat bukti sejarah yang masih ada sampai sekarang yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (Heritage).

Dalam sambutannya Kepala KPR Rutan, Adi Santo menyampaikan bangunan Rutan ini dulunya bernama Roemah Pendjara yang dibangun pada tahun 1918 pada masa Pemerintah Hindia Belanda.

“Jadi yang ditetapkan heritage tersebut ada dua blok yaitu blok tahanan dan wisma karena memang dulu baru ada dua blok itu. Sementara tambahan baru adalah blok narapidana dibangun pada tahun 2000-an. Cagar budaya tersebut dari dulu sampai sekarang tidak berubah, struktur dan materialnya hanya kita rawat saja karena masih kokoh dan digunakan sebagai blok tahanan yang mampu menampung puluhan Tahanan maupun narapidana,” Adi Santo.

Senada dikatakan Dede Ukmartalaksana selaku Kasubsi Pelayanan Tahanan menyebut bahwa Rutan sudah mengalami transformasi kearah masa kini.

“Dulu kan sistemnya kepenjaraan, setelah ditetapkan 27 April 1964 berubah menjadi sistem pemasyarakatan, jadi sekarang ini warga binaan dibina sedemikian rupa dengan kegiatan positif dan kemudian kita baurkan dengan masyarakat melalui program asimilasi,” katanya.

Sementara salah seorang mahasiswa, Ernis menyebut bahwa ia dan teman-temannya amat kaget sekaligus bangga bisa berkunjung ke tempat bersejarah ini. Ia merasa banyak kesan mendalam setelah ini.

“Ini pertama kali kesini dan melihat bukti heritage terpelihara dan kokoh sampai sekarang sekaligus kita melihat transformasi kehidupan dan sistem berubah dengan sangat baik,” katanya.

(Ali/Red)