Beranda Pemerintahan Lima Dapur MBG di Kabupaten Serang Masih Dihentikan Sementara

Lima Dapur MBG di Kabupaten Serang Masih Dihentikan Sementara

Wakil Bupati Serang M. Najib Hamas menjawab pertanyaan wartawan. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG – Wakil Bupati Serang M. Najib Hamas memastikan mayoritas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serang telah memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dari total 243 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hanya kurang dari lima dapur yang masih berstatus suspend atau penghentian operasional sementara.

Najib menegaskan, Kabupaten Serang tidak termasuk daerah yang terdampak penutupan permanen ratusan dapur MBG di Indonesia.

“Dari hampir 350 dapur yang ditutup permanen secara nasional, alhamdulillah dapur di Kabupaten Serang tidak termasuk. Yang ada hanya beberapa yang statusnya suspend,” kata Najib, Sabtu (1/8/2026).

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan terus memantau dapur-dapur yang masih di-suspend. Dalam waktu dekat, dirinya juga berencana meninjau langsung sejumlah dapur MBG untuk memastikan seluruh perbaikan benar-benar berjalan.

“Kemungkinan minggu ini saya akan berkunjung ke beberapa dapur untuk memastikan kondisinya,” ujarnya.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Serang itu juga menyebut, salah satu dapur yang masih berstatus suspend berada di wilayah Citasuk. Namun, Najib menyebut pengelola telah menindaklanjuti temuan yang menjadi penyebab penghentian sementara operasional.

“Mereka sudah melakukan perbaikan. Tempat mandi sudah dipindahkan. Sekarang tinggal mengajukan permohonan pencabutan status suspend ke BGN,” katanya.

Menurut Najib, proses evaluasi dari BGN setelah pengajuan pencabutan suspend berlangsung relatif cepat.

“Bisa kurang dari seminggu, bisa juga lebih dari seminggu, tergantung hasil evaluasi BGN,” jelasnya.

Selain dapur yang masih di-suspend, Najib mengungkapkan sekitar 10 dapur MBG telah selesai dibangun dan memenuhi persyaratan, namun belum beroperasi karena masih menunggu kebijakan operasional dari BGN.

Ia berharap BGN memprioritaskan pengoperasian dapur di wilayah terpencil, terluar, dan sulit dijangkau (3T), seperti Kecamatan Cinangka, Pulau Panjang, dan Bojonegara.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Cilegon Usulkan Kendaraan Berat Dilarang Melintas di Jalan Protokol

“Kami berharap wilayah 3T menjadi prioritas agar masyarakat di daerah itu lebih dulu merasakan manfaat Program MBG,” ujarnya.

Najib juga mengungkapkan progres pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh mitra MBG di Kabupaten Serang.

Menurutnya, hampir 90 persen mitra dan koperasi penyelenggara telah mengurus sertifikat tersebut. Namun, hingga kini baru sekitar 150 dapur yang telah menerima sertifikat karena masih harus melewati empat tahapan proses.

“Besok atau lusa kami mengundang seluruh mitra dan koperasi melalui rapat virtual untuk mengevaluasi kendala yang masih dihadapi. Kami ingin memastikan apakah hambatannya ada di pihak mitra atau di Dinas Kesehatan,” katanya.

Saat ini, Kabupaten Serang memiliki 243 SPPG yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program MBG dan secara bertahap terus melengkapi seluruh persyaratan operasional yang ditetapkan BGN.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah